Wakil Presiden Tinjau Langsung Pengungsi Erupsi Lewotobi di NTT

MUSINEWS.IDWakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas, terpenuhi dengan baik selama masa darurat.

Dalam peninjauan tersebut, Gibran Rakabuming Raka turut didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Maruarar Sirait), Panglima TNI (Jenderal Agus Subiyanto), Kepala BNPB (Letjen TNI Suharyanto), serta Penjabat Gubernur NTT (Andriko Noto Susanto).

Kehadiran jajaran pejabat tinggi negara ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Psikologis Anak

Selain memantau ketersediaan tenda dan pasokan logistik di Pos Lapangan Konga hingga Lewolaga, Gibran Rakabuming Raka menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga.

Berita Terkait :  Wapres Gibran Rakabuming Pimpin Ziarah Nasional Hari Pahlawan di Kalibata

Perhatian khusus diberikan kepada para pengungsi yang memerlukan penanganan medis lanjutan agar terhindar dari potensi wabah penyakit selama berada di posko darurat.

Gibran Rakabuming Raka juga mengunjungi area trauma healing yang disiapkan khusus untuk memulihkan kondisi mental anak-anak terdampak bencana.

Melalui pembagian buku tulis, susu, dan mainan, pemerintah berupaya menghadirkan rasa aman serta menjaga semangat belajar anak-anak di tengah situasi yang penuh keterbatasan.

Dua Arahan Utama Terkait Permakanan dan Relokasi

Bertempat di Pos Lapangan Kobasoma, Gibran Rakabuming Raka memimpin rapat terbatas bersama para menteri, kepala lembaga, dan unsur pemerintah daerah setempat. Dalam kesempatan itu, ia memberikan dua arahan strategis guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Flores Timur.

Berita Terkait :  Wapres Gibran Tekankan Komitmen Kementerian dan Lembaga untuk Sukseskan Program DBON

Arahan pertama berfokus pada jaminan kecukupan gizi dan permakanan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan penyandang disabilitas agar kesehatan mereka tetap terjaga. Sementara arahan kedua menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam merencanakan relokasi permukiman warga ke zona yang lebih aman.

Pemerintah memastikan bahwa proses relokasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rumah baru, melainkan juga kesiapan sarana prasarana umum dan persetujuan dari masyarakat.

Dengan koordinasi lintas sektoral yang solid, penanganan darurat ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas kehidupan sosial ekonomi warga terdampak secara berkelanjutan. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *