Mahasiswa KKN Kelompok 53 UIN Raden Fatah Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini di Prabumulih

MUSINEWS.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 53 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan kegiatan penyuluhan strategis di tengah masyarakat.

Berfokus pada isu krusial ketahanan keluarga, mereka menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini serta penolakan terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kegiatan edukatif tersebut dilangsungkan di Balai Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, pada 28 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh 52 peserta dari kalangan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat, yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias tinggi.

Berita Terkait :  STISIPOL Candradimuka Rampungkan Program Pemulihan Ekosistem Pesisir di OKI

Pemahaman Mendalam Mengenai Dampak Pernikahan Dini

Dalam pemaparan materinya, Adilla Hafizah mengupas tuntas berbagai faktor pemicu serta dampak negatif pernikahan di usia anak. Aspek yang disorot mencakup risiko terhadap kelanjutan pendidikan, kesehatan reproduksi, kesiapan mental, hingga stabilitas ekonomi jangka panjang bagi pasangan muda.

Para peserta diajak untuk memahami bahwa membangun sebuah rumah tangga memerlukan kematangan fisik dan psikologis yang memadai.

Peran aktif orang tua serta lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam membimbing anak-anak agar fokus mengenyam pendidikan sebelum memikirkan jenjang pernikahan.

Berita Terkait :  Mahasiswi Universitas Bina Darma Lolos Finalis Cek Ayu Palembang 2026

Mitigasi KDRT dan Pentingnya Komunikasi Keluarga

Selain isu pernikahan anak, materi penyuluhan juga difokuskan pada upaya pencegahan KDRT dalam berbagai bentuknya, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, hingga penelantaran ekonomi rumah tangga.

Diskusi interaktif menggarisbawahi pentingnya komunikasi sehat dan penyelesaian konflik secara damai.

Respons positif ditunjukkan oleh para peserta PKK yang aktif bertanya selama sesi diskusi berlangsung.

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan kesadaran kolektif di tingkat akar rumput semakin menguat demi terciptanya keluarga yang harmonis, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *