MUSINEWS.ID — Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Abdur Rohman Husen, melakukan audiensi dengan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI), Saifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jakarta.
Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengoordinasikan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Muba.
Dalam kunjungan tersebut, Abdur Rohman Husen didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Muba, H. Deny, serta Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Muba, M. Ridho.
Hadir pula Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kemensos RI, Afrizon Tanjung, guna membahas kesiapan teknis pelaksanaan program nasional tersebut di daerah.
Kesiapan Lahan dan Komitmen Pemkab Muba
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan nasional yang diinisiasi untuk memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Program ini mengintegrasikan sistem sekolah berasrama dengan pembinaan karakter, kepemimpinan, keterampilan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi orang tua siswa dari tingkat SD hingga SMA.
Abdur Rohman Husen memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba telah merampungkan seluruh persyaratan administratif maupun teknis yang dibutuhkan.
Pemkab Muba telah menyiapkan lahan aset daerah seluas kurang lebih 8,1 hektare di kawasan eks Bumi Perkemahan, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, yang berstatus sah dan bebas sengketa.
“Seluruh persyaratan sudah kami lengkapi. Sertifikat lahan sudah selesai, land clearing juga telah dilakukan. Saat ini tinggal menunggu survei dari Balai Kementerian Pekerjaan Umum di Palembang, dan kami mohon dukungan penuh dari Bapak Menteri,” ujar Abdur Rohman Husen.
Apresiasi Kemensos dan Peningkatan Kuota Nasional
Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan kesiapan matang yang ditunjukkan oleh jajaran Pemkab Muba.
Menurutnya, fasilitas pendidikan berbasis asrama ini dirancang untuk memberikan intervensi menyeluruh, termasuk bantuan sosial dan pemberdayaan keluarga guna mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah.
Kemensos berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna menindaklanjuti survei lapangan di Sekayu.
Kehadiran infrastruktur pendidikan permanen ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program nasional yang pada tahun 2026 menargetkan kapasitas sekitar 30.000 siswa di seluruh Indonesia, meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. (ohs)

O. Hairudin Sikumbang adalah jurnalis MusiNews.id yang fokus pada liputan di bidang pendidikan, politik, dan pemerintahan. Selain itu, juga merupakan Wakil Ketua DPD Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Provinsi Sumatra Selatan.



