Pemkab Muba Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, 192 Lokasi dan 228 Hektare Lahan Ditangani

MUSINEWS.ID — Ancaman kebakaran hutan, kebun, dan lahan masih menjadi tantangan serius bagi wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba terus memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor melalui pengoperasian posko induk hingga pembentukan pos komando di tingkat kecamatan, untuk menekan luas sebaran lahan yang terdampak.

Langkah mitigasi tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang berlangsung di Griya Agung, Palembang, hari Senin, tanggal 31 Agustus 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muba, Syafaruddin, bersama Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, hadir langsung mewakili pemerintah daerah dalam forum koordinasi tingkat regional tersebut.

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Kepala BNPB RI (Letjen TNI Suharyanto), serta Gubernur Sumsel (Herman Deru). Kehadiran unsur pusat dan daerah ini menegaskan pentingnya kolaborasi terpadu dalam menghadapi potensi eskalasi bencana asap dan kebakaran lahan.

Berita Terkait :  Muba Jadi Tuan Rumah Dialog Yuridiksi Karet

Pemetaan Sebaran dan Luas Lahan Terbakar di Muba

Dalam pemaparan data penanganan bencana, Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, merinci perkembangan situasi di lapangan. Berdasarkan data terkini, tercatat ada 192 lokasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muba, dengan total luas area yang terbakar mencapai 228 hektare. Dari jumlah keseluruhan kejadian tersebut, sebanyak 67 lokasi telah berhasil ditanggulangi dan dipadamkan oleh tim gabungan.

Sebaran titik kebakaran tersebar di berbagai wilayah kecamatan dengan tingkat kerawanan yang bervariasi:

  • Kecamatan Lais: 43 lokasi

  • Kecamatan Bayung Lencir: 41 lokasi

  • Kecamatan Sekayu: 41 lokasi

  • Kecamatan Sungai Keruh: 30 lokasi

  • Kecamatan Batang Hari Leko: 11 lokasi

  • Kecamatan Sanga Desa: 6 lokasi

  • Kecamatan Lalan: 6 lokasi

  • Kecamatan Lawang Wetan: 6 lokasi

  • Kecamatan Sungai Lilin: 4 lokasi

  • Kecamatan Plakat Tinggi: 3 lokasi

  • Kecamatan Keluang: 3 lokasi

  • Kecamatan Tungkal Jaya: 2 lokasi

  • Kecamatan Babat Supat: 2 lokasi

Data tersebut memperlihatkan bahwa wilayah dengan aktivitas lahan yang luas dan kondisi geografis tertentu memerlukan pengawasan ketat, terutama pada puncak musim kemarau.

Berita Terkait :  Sekda Apriyadi Hadiri Isra Mikraj, Warga Teluk Kijing Ucapkan Terima Kasih

Strategi Penanganan dan Posko Siaga 24 Jam

Sekda Muba, Syafaruddin, menyatakan bahwa penanggulangan bencana kebakaran lahan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Pendekatan terpadu dari hulu ke hilir menjadi kunci agar dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat ditekan sekecil mungkin.

“Penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak dalam satu komando, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan di lapangan hingga mitigasi,” ujar Syafaruddin.

Sebagai tindak lanjut operasional di lapangan, Pemkab Muba telah mengaktifkan Posko Induk Siaga Karhutla di Sekayu. Posko ini didukung oleh empat regu piket yang bersiaga penuh selama 24 jam untuk menerima laporan cepat dan mengerahkan sarana prasarana pemadaman.

Selain posko induk, pemerintah daerah juga mendirikan Pos Komando Penanggulangan Darurat Bencana Asap di 15 kecamatan rawan. Di setiap posko kecamatan, ditempatkan dua hingga lima personel siaga yang berkoordinasi langsung dengan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta Regu Pemadam Kebakaran perusahaan swasta di sekitar wilayah operasional guna mempercepat respons pemadaman sebelum api meluas. (tri)

Ruang Karya MusiNews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *