MUSINEWS.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi kalangan akademisi dan gerakan mahasiswa dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Gubernur Sumsel, Herman Deru, secara langsung mengajak Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus untuk terlibat aktif memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Sumsel.
Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi perwakilan Mahasiswa Cipayung Plus Sumsel di Ruang Rapat Bina Praja, Kantor Gubernur Sumsel, pada hari Senin, tanggal 24 Agustus 2026. Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, guna membahas langkah mitigasi secara komprehensif di tengah musim kemarau.
Dalam arahannya, Herman Deru mengapresiasi tinggi kepekaan sosial dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di wilayah Sumsel. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama karena terdapat 10 kabupaten dan kota di Sumsel yang memiliki kerawanan karhutla dengan kategori skala ringan hingga berat.
Data Penanganan dan Kesiapan Satgas Karhutla
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, Dr. M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., memaparkan bahwa langkah penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui pendekatan preventif hingga rehabilitatif. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 23 Agustus 2026, tercatat sudah ada 1.723 kejadian karhutla yang terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan.
Sementara itu, kondisi mutakhir per 23 Agustus 2026 menunjukkan adanya 53 titik kejadian yang tersebar di 13 kabupaten dan kota. Guna mengantisipasi eskalasi bencana tersebut, pemerintah bersama unsur terkait telah mendirikan sebanyak 1.101 posko karhutla serta menyiagakan 11.026 personel gabungan di lapangan.
Berbagai aksi taktis terus digencarkan untuk menekan laju kebakaran lahan. Langkah tersebut mencakup pemadaman darat, pengerahan helikopter water bombing, pemantauan udara, proses pendinginan dan pembasahan lahan gambut, hingga pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Komitmen Nyata dan Solusi dari Gerakan Mahasiswa
Menanggapi keterbukaan pemerintah, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumsel, Syaidina Ali, yang mewakili rombongan Cipayung Plus, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar menyampaikan kritik, melainkan membawa gagasan serta aksi nyata untuk membantu masyarakat.
“Tuntutan kami lahir dari kekhawatiran atas meningkatnya risiko pasien ISPA serta terganggunya aktivitas persekolahan anak-anak akibat asap Karhutla. Kami di Cipayung Plus sepakat untuk tidak sekadar memprotes, tapi siap bersinergi membantu mitigasi bencana di lapangan,” tegas Syaidina Ali.
Keterlibatan mahasiswa dalam posko komando satgas diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat di tingkat akar rumput. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi penanggulangan bencana, dan elemen pemuda ini menjadi pilar penting dalam meminimalisir dampak ekologis serta sosial akibat karhutla di Sumsel. (ohs)

O. Hairudin Sikumbang adalah jurnalis MusiNews.id yang fokus pada liputan di bidang pendidikan, politik, dan pemerintahan. Selain itu, juga merupakan Wakil Ketua DPD Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Provinsi Sumatra Selatan.









