Disdikbud Kabupaten Muba Luruskan Data Anak Tidak Sekolah yang Beredar

MUSINEWS.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menyebutkan daerah tersebut memiliki sekitar 19 ribu Anak Putus Sekolah.

Klarifikasi ini disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, utuh, dan tidak terjebak pada persepsi yang keliru.

Kepala Disdikbud Kabupaten Muba, Yayan, S.E., M.M., menegaskan bahwa angka yang beredar di publik bukanlah jumlah riil anak putus sekolah. Data tersebut merupakan data awal Anak Tidak Sekolah (ATS) yang bersumber dari dashboard nasional, dan masih memerlukan proses verifikasi serta validasi lanjutan di lapangan.

“Data awal ATS yang menjadi sasaran penanganan pemerintah berjumlah 14.193 anak, bukan 19 ribu anak seperti yang diberitakan,” ujar Yayan.

Berita Terkait :  Ketua TP PKK Muba Sambut Tim Penilai Posyandu dan Kader Posyandu Terbaik Tingkat Provinsi Sumsel

Progres Verifikasi dan Kendala Sinkronisasi Data

ingga Juli 2026, Disdikbud Kabupaten Muba bersama pemerintah kecamatan, desa, satuan pendidikan, dan PKBM, telah merampungkan verifikasi di 15 kecamatan. Berdasarkan data, sebanyak 11.885 data atau sekitar 84 persen telah tervalidasi, sementara 2.308 data sisanya masih dalam tahap proses pengecekan.

Hasil peninjauan lapangan membuktikan bahwa sebagian besar anak yang tercatat di data awal, sebenarnya telah kembali bersekolah, lulus, pindah ke pesantren, atau mengalami perubahan status lain. Namun, sistem pada dashboard nasional belum sepenuhnya tersinkronisasi, akibat tahap penyempurnaan dari pusat.

Kondisi tersebut menyebabkan angka pada dashboard nasional terlihat jauh lebih tinggi dibanding realitas di lapangan. Pihak Disdikbud Kabupaten Muba sendiri telah berkoordinasi secara intensif dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), guna mempercepat pemutakhiran sistem data tersebut.

Berita Terkait :  Pj Bupati Apriyadi Sampaikan RAPBD Perubahan TA 2022

Komitmen Pemkab Muba Lewat Gerakan Kembali Bersekolah

Selain memvalidasi data, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba melalui Tim Ahli Bupati dan Disdikbud, terus menggalakkan intervensi langsung ke masyarakat. Langkah nyata yang dilakukan meliputi pendampingan keluarga, penjangkauan rumah ke rumah, serta koordinasi lintas sektor, agar anak-anak kembali mengenyam pendidikan formal maupun kesetaraan.

Sebagai bentuk keseriusan menekan angka ATS, Disdikbud Kabupaten Muba berencana menggulirkan program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dalam waktu dekat. Program ini dirancang sebagai langkah akseleratif untuk mengembalikan hak belajar anak-anak di Bumi Serasan Sekate.

“Kami mengajak media massa dan masyarakat untuk melihat data secara objektif. Penanganan anak tidak sekolah membutuhkan sinergi semua pihak agar masa depan pendidikan di Muba semakin membaik,” tutup Yayan. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *