Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Kelompok 53 UIN Raden Fatah Palembang Sambangi MI Al Hijrah

MUSINEWS.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 53 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan perundungan atau bullying.

Kegiatan edukatif tersebut menyasar para siswa dan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hijrah yang terletak di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Penyuluhan yang berlangsung pada 31 Juli 2026 ini, diinisiasi sebagai bentuk kepedulian akademisi muda terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa memberikan pemahaman mendasar mengenai bahaya serta dampak negatif dari tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Berita Terkait :  Mahasiswa KKN Kelompok 53 UIN Raden Fatah Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini di Prabumulih

Mengenal Bentuk dan Dampak Perundungan Sejak Dini

Dalam pemaparannya, perwakilan mahasiswa, Tri Mareta Aulia Safitri dan Riska Ananda Putri, menjelaskan bahwa perundungan bukanlah sekadar candaan biasa.

Tindakan tersebut mencakup berbagai perilaku yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.

Siswa diajak untuk memahami bahwa tindakan seperti mengejek, mengucilkan teman, menyebarkan rumor, hingga kekerasan fisik, dapat meninggalkan trauma mendalam bagi korban.

“Dampaknya pun tidak main-main, mulai dari hilangnya rasa percaya diri, penurunan prestasi belajar, hingga ketakutan anak untuk datang ke sekolah.” ujar perwakilan mahasiswa.

Berita Terkait :  Kisah Diah Nada, Mahasiswi Sumsel Wakili Indonesia di Ajang Internasional Turki

Pendekatan Interaktif dan Membangun Empati

Guna menghindari kejenuhan, penyuluhan ini dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab, permainan edukatif, serta simulasi penanganan situasi perundungan.

Para siswa diajak berlatih bagaimana cara bersikap yang tepat, ketika menyaksikan tindakan intimidasi di sekitar mereka.

Para siswa diimbau untuk berani membela korban dengan cara yang aman, atau segera melaporkannya kepada guru maupun orang tua.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk saling menghargai perbedaan, menjaga lisan, dan menciptakan pertemanan yang positif. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *