Kisah Diah Nada, Mahasiswi Sumsel Wakili Indonesia di Ajang Internasional Turki

MUSINEWS.ID — Prestasi gemilang ditorehkan oleh dunia pendidikan tinggi Sumatra Selatan (Sumsel) melalui kiprah mahasiswinya di kancah internasional.

Diah Nada, mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, berhasil terpilih sebagai delegasi resmi Indonesia dalam ajang prestisius Istanbul Youth Summit (IYS) 2023 di Turki.

Kegiatan berskala global yang mempertemukan ratusan pelajar serta mahasiswa dari 137 negara ini, diselenggarakan di Istanbul pada 6 hingga 9 Februari 2023.

Kehadiran pemuda-pemuda berbakat dari berbagai belahan dunia itu, bertujuan untuk merumuskan gagasan strategis terkait masa depan kepemimpinan global dan pembangunan berkelanjutan.

Berita Terkait :  Densus 88 AT Polri Bekali 775 Pelajar di Palembang Soal IRET

Mengusung Gagasan Pendidikan Berkualitas di Panggung Dunia

Dalam konferensi tingkat tinggi internasional tersebut, IYS mengusung tema utama Social Development Goals for Emerging Leaders. Fokus pembahasannya mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari kesehatan, pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi infrastruktur, hingga komunitas berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Diah Nada mempresentasikan program inovatif bernuansa pendidikan bernama “ileri program” menggunakan bahasa Inggris.

Pemaparan gagasan terkait Quality Education ini, mendapatkan perhatian positif karena menawarkan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas belajar bagi generasi muda.

Berita Terkait :  Universitas Bina Darma Raih Predikat Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Versi Edurank

Peran Strategis Yayasan Youth Break the Boundaries

Istanbul Youth Summit sendiri merupakan inisiatif tahunan yang digagas oleh Youth Break the Boundaries (YBB). Yayasan ini berfokus pada bidang edukasi, pengembangan kapasitas, serta pemberdayaan pemuda guna melahirkan calon pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan berdaya saing global.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017, ajang ini sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat pandemi global sebelum kembali bangkit mempertemukan para inovator muda dunia.

Dukungan penuh dari pihak universitas dan fakultas turut menjadi dorongan penting bagi mahasiswa asal Palembang ini untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. (tri)

Ruang Karya MusiNews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *