Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Latih Public Speaking Siswa SDN 7 Rambutan

MUSINEWS.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Gita Liana, melaksanakan program pengabdian kreatif di Kabupaten Banyuasin.

Kegiatan ekstrakurikuler tersebut difokuskan pada pelatihan public speaking melalui peran Pembawa Acara (PeWaRa), guna mengasah keterampilan berbahasa Inggris bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Rambutan.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya rasa percaya diri anak-anak dalam berbicara di depan umum sejak usia dini.

Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, para mahasiswa berupaya menciptakan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi komunikasi mereka secara optimal.

Berita Terkait :  Wakil Presiden Republik Indonesia Dorong Guru Besar Beri Kontribusi Pembangunan

Teknik Dasar Public Speaking dan Penggunaan Bahasa Inggris

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diajarkan teori tata bahasa, tetapi langsung dipraktikkan melalui simulasi memimpin acara sekolah. Materi pelatihan mencakup teknik menyusun teks sederhana, mengatur intonasi suara, menjaga kontak mata, serta membangun keberanian mental saat berdiri di hadapan banyak orang.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam mencairkan ketegangan siswa. Salah satu peserta, Firni, mengungkapkan bahwa dirinya yang mulanya merasa takut dan grogi kini memiliki keberanian lebih untuk berbicara serta menggunakan kosakata bahasa Inggris secara lisan di depan teman-teman sekelasnya.

Berita Terkait :  Densus 88 AT Polri Bekali 775 Pelajar di Palembang Soal IRET

Apresiasi Sekolah dan Dampak Jangka Panjang

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif positif yang dihadirkan oleh para mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang. Kepala SDN 7 Rambutan, Rosymala, menyatakan bahwa pengalaman praktis semacam ini sangat berharga untuk melatih mental dan memperkaya kecakapan hidup (soft skills) para peserta didik di luar kurikulum formal.

Dosen pembimbing lapangan, Oki Safitri, menambahkan bahwa pengabdian masyarakat berbasis edukasi ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan mental anak.

Penguasaan komunikasi publik dan bahasa asing sejak bangku sekolah dasar merupakan modal sosial yang penting untuk menghadapi persaingan global di masa depan. (ohs)

Ruang Karya MusiNews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *