MUSINEWS.ID — Tidak semua perjalanan panjang menuju panggung nasional dimulai dari ruang praktik yang lengkap atau fasilitas memadai. Sebagian besar justru berawal dari langkah kecil setiap hari, latihan tanpa kenal lelah, serta pengorbanan besar yang jarang terlihat.
Kisah-kisah ketekunan inilah yang mengiringi jalannya Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tahun 2026 yang resmi dibuka di Depok, Jawa Barat.
Tahun ini, sebanyak 9.942 peserta dari berbagai penjuru tanah air, mengikuti seleksi berjenjang dari tingkat sekolah hingga provinsi.
Dari ribuan pendaftar tersebut, hanya 1.121 peserta yang berhasil melaju ke babak nasional. Selama sepekan, mereka berkompetisi dalam 37 cabang keahlian serta satu eksibisi kecerdasan artifisial secara hybrid guna menyiapkan talenta vokasi yang berdaya saing global.
baca juga : DPD RI Soroti Tantangan UKT dan Kesejahteraan Dosen Perguruan Tinggi Swasta
Perjuangan dari Daerah Demi Panggung Nasional
Di balik ketatnya persaingan, tersimpan cerita perjuangan luar biasa dari para peserta asal daerah. Salah satunya datang dari Stefaris Woge, siswa kelas XI SMK Negeri 3 Nabire, Papua Tengah, yang berlaga pada cabang Jaringan Kabel. Setiap hari, ia harus berjalan kaki selama kurang lebih satu jam demi menimba ilmu di sekolah.
Kendala sempat menghampiri ketika telepon genggam miliknya rusak menjelang pengumuman finalis tingkat nasional, membuat guru kesulitan menghubunginya. Sang ibu yang bekerja sebagai penjual noken di Timika, lantas menyisihkan hasil jerih payahnya untuk memperbaiki gawai tersebut.
Berkat pengorbanan itu, Stefaris Woge dapat memastikan keikutsertaannya dan terbang menuju Jakarta untuk bersaing di kancah nasional.
Pengorbanan serupa juga dilalui oleh Natanael asal Palu, dan Marvel Anugerah dari Tanah Toraja. Demi mengikuti pelatihan intensif menuju LKS, keduanya harus merelakan masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang tengah berjalan, dihentikan sementara. Meski berisiko harus mengulang masa praktik pada semester depan, mereka tetap optimist, demi membawa kebanggaan bagi keluarga tercinta.
baca juga : Kemendikdasmen Pilih 76 Finalis Bintang Sobat SMP Tahun 2026
Membangun Karakter dan Talenta Vokasi Unggul
Di tengah padatnya jadwal latihan yang menguras tenaga, para finalis tetap berupaya menjaga keseimbangan fisik. Mereka menerapkan kebiasaan hidup sehat seperti mengatur pola tidur, berolahraga, dan menjaga asupan gizi seimbang. Para siswa menyadari, bahwa prestasi membanggakan harus berjalan selaras dengan kondisi kesehatan yang prima.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa seluruh peserta tingkat nasional telah membuktikan kualitas terbaik melalui proses panjang.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana ini menjadi pengalaman belajar, kesempatan membangun jejaring, dan memperluas wawasan serta meningkatkan disiplin,” ujarnya saat pembukaan acara, dilansir dari website resmi kemendikdasmen.go.id.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, yang menilai setiap finalis membawa cerita perjuangan berharga.
Kompetisi ini tidak sekadar berorientasi pada perolehan medali, melainkan ruang kolaborasi untuk menunjukkan bahwa talenta vokasi Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
Ajang ini pada akhirnya menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, dukungan orang tua, dan dedikasi guru mampu melahirkan generasi masa depan yang tangguh. (ohs)

O. Hairudin Sikumbang adalah jurnalis MusiNews.id yang fokus pada liputan di bidang pendidikan, politik, dan pemerintahan. Selain itu, juga merupakan Wakil Ketua DPD Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Provinsi Sumatra Selatan.






