MusiNews.id, PALEMBANG – Suasana khidmat menyelimuti ratusan gereja di wilayah Sumatera Selatan pada peringatan Jumat Agung, 3 April 2026. Di tengah ribuan jemaat yang menjalankan ibadah dengan tenang, tampak kesiagaan aparat kepolisian yang berjaga dengan pendekatan yang jauh dari kesan kaku.
Polda Sumatera Selatan kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus merawat tenun toleransi beragama di Bumi Sriwijaya. Pengamanan rangkaian ibadah Jumat Agung tahun ini tidak hanya berjalan tertib, namun juga menuai apresiasi luas karena menonjolkan sisi humanis pelayanan publik.
Implementasi Kehadiran Negara
Keberhasilan ini merupakan buah dari instruksi langsung Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa tugas kepolisian bukan sekadar menjaga fisik bangunan, melainkan menjamin hak konstitusional setiap warga negara untuk beribadah secara aman tanpa rasa was-was.
”Negara harus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memastikan bahwa setiap jemaat dapat menghayati makna Jumat Agung dengan khusyuk dan tenang,” tegas kebijakan yang diusung oleh jajaran Polda Sumsel tersebut.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Polda Sumsel mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 2.671 personel gabungan dari unsur Polri dan TNI disebar secara sistematis. Fokus pengamanan mencakup 404 gereja yang tersebar merata di 17 kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Selatan.
Strategi Preventif yang Humanis
Berbeda dengan pola pengamanan konvensional, tahun 2026 ini Polda Sumsel mengedepankan kombinasi langkah preventif dan preemtif yang lebih elegan. Sebelum ibadah dimulai, tim sterilisasi telah melakukan pengecekan menyeluruh di lokasi ibadah untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan.
Di sisi lain, pengaturan arus lalu lintas di sekitar area gereja dilakukan dengan sigap guna mencegah kemacetan, mengingat tingginya volume kendaraan jemaat. Petugas di lapangan tampak menyapa jemaat dengan ramah, memberikan rasa nyaman yang nyata sejak dari pintu gerbang gereja.
Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, mengungkapkan bahwa personelnya telah diinstruksikan untuk mendahulukan pelayanan. “Kami memastikan setiap jemaat merasa terlindungi. Pendekatan humanis adalah kunci agar pengamanan ini tidak mengganggu kesakralan ibadah, melainkan justru mendukungnya,” jelas Sonny.
Apresiasi dari Pemuka Agama
Kehadiran Polri yang proaktif ini mendapatkan sambutan hangat dari para pimpinan gereja. Pdt. E. Manurung Nababan, salah satu tokoh agama di Sumatera Selatan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi petugas di lapangan.
“Ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sangat khidmat. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Polri yang memberikan rasa nyaman bagi jemaat kami. Ini adalah bentuk nyata dari indahnya toleransi di daerah kita,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Kondisi kondusif ini dilaporkan merata hingga ke pelosok daerah, termasuk di Musi Rawas dan Muara Enim. Para tokoh agama setempat menilai bahwa jaminan perlindungan dari aparat keamanan adalah fondasi utama bagi terciptanya kerukunan antarumat beragama yang berkelanjutan.
Menuju Sumsel Zero Conflict
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyebutkan bahwa respon positif dari masyarakat merupakan indikator keberhasilan sekaligus motivasi tambahan bagi institusi Polri. Menurutnya, pengamanan ini bukan sekadar tugas rutin tahunan, melainkan misi untuk menjaga identitas Sumatera Selatan sebagai wilayah Zero Conflict.
“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama. Kami tidak akan lengah dan akan terus mengawal rangkaian perayaan Paskah hingga selesai sepenuhnya,” ujar Nandang.
Melalui keberhasilan pengamanan Jumat Agung 2026 ini, Polda Sumatera Selatan kembali mempertegas posisinya sebagai pelindung dan pengayom yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan. Masyarakat pun diimbau untuk terus menjaga kerukunan dan tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110.
Dengan berakhirnya ibadah Jumat Agung yang damai, masyarakat Sumatera Selatan kini menatap perayaan Paskah dengan optimisme dan rasa aman yang tinggi. (Tri)












