MusiNews.id, PRABUMULIH – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Prabumulih mendadak tidak dibagikan secara serentak pada Senin (30/3/2026), meski kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal. Kondisi ini sempat menimbulkan kebingungan di kalangan wali murid.
Program MBG tersebut dipastikan akan kembali berjalan mulai Selasa, 31 Maret 2026.
Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Darmadi, S.Pd., melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi media MusiNews.Id Klarifikasi ini diberikan setelah banyak wali murid mempertanyakan tidak adanya pembagian MBG tanpa penjelasan dari pihak sekolah.
Dalam keterangannya, Darmadi menyampaikan sejumlah poin penting terkait pelaksanaan program MBG ke depan. Ia menjelaskan bahwa MBG akan kembali dilaksanakan mulai Selasa, 31 Maret 2026.
Selanjutnya, siswa termasuk kategori 3B akan menerima MBG dengan menu makanan basah (omprengan) setiap hari sesuai dengan hari masuk sekolah.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah yang tidak melaksanakan kegiatan belajar pada hari Sabtu tidak akan mendapatkan MBG pada hari tersebut, dan sebaliknya bagi sekolah yang tetap aktif. Selain itu, pada hari libur nasional dan cuti bersama (tanggal merah), MBG tidak dilaksanakan.
Terkait insentif, dijelaskan bahwa pembayaran kepada pihak sekolah akan dilakukan berdasarkan hari pelaksanaan atau pendistribusian MBG.
Meski telah ada penjelasan resmi, sejumlah wali murid berharap ke depan informasi terkait pelaksanaan program dapat disampaikan lebih awal dan terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Kalau memang ada penundaan, sebaiknya disampaikan dari awal, jadi kami tidak bertanya-tanya,” ujar salah satu wali murid.
Selain soal distribusi, perhatian publik juga mulai mengarah pada aspek pelaporan program. Warga berharap data pelaksanaan MBG yang dilaporkan ke pemerintah pusat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Transparansi dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut, terlebih karena MBG menyasar langsung kebutuhan dasar siswa.
Dengan kembalinya pelaksanaan MBG, masyarakat berharap program ini dapat berjalan lebih optimal, disertai komunikasi yang baik antara pihak pelaksana dan publik guna menghindari kesalahpahaman di kemudian hari. (Ril)












