Disdik Prabumulih Beri Penjelasan Terkait Distribusi Makan Bergizi Gratis

MUSINEWS.ID – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Prabumulih, sempat mengalami kendala distribusi pada hari Senin, tanggal 30 Maret 2026. Meskipun kegiatan belajar mengajar berlangsung normal, paket makanan bergizi tidak dibagikan kepada siswa.

Situasi tersebut sempat memicu kebingungan di kalangan orang tua murid. Banyak wali murid yang menanyakan alasan penundaan distribusi program tersebut, karena tidak adanya pemberitahuan resmi dari pihak sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih, Darmadi, memberikan klarifikasi. Ia memastikan bahwa program MBG akan kembali berjalan normal mulai Selasa, 31 Maret 2026.

Berita Terkait :  Simulasi Sispam Kota Prabumulih, 394 Personel Disiagakan Hadapi Aksi Massa

Regulasi Baru Distribusi MBG

Darmadi menjelaskan beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan program ke depan, untuk menghindari kesalahpahaman. Salah satu poin utamanya adalah skema penyaluran bagi siswa kategori 3B yang akan menerima makanan dengan menu basah (omprengan) setiap hari sekolah.

“MBG akan kembali dilaksanakan mulai Selasa, 31 Maret 2026. Untuk sekolah yang tidak memiliki jadwal kegiatan belajar pada hari Sabtu, maka tidak ada pendistribusian makanan pada hari tersebut. Begitu pula saat libur nasional dan cuti bersama, program ini tidak dilaksanakan,” ujar Darmadi melalui pesan singkat.

Selain jadwal, ia juga menyinggung aspek teknis operasional. Pembayaran insentif kepada pihak sekolah akan dihitung berdasarkan hari efektif pelaksanaan atau pendistribusian makanan di lapangan.

Berita Terkait :  Keren, Citimall Kota Prabumulih Kini Hadirkan Wahana Snow Fun Town

Pentingnya Transparansi Program

Kejadian ini menjadi catatan penting bagi para pemangku kepentingan, untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik. Sejumlah wali murid berharap ke depan pihak sekolah dapat memberikan informasi lebih dini jika terjadi perubahan jadwal distribusi.

“Kalau memang ada penundaan, sebaiknya disampaikan sejak awal agar orang tua tidak bertanya-tanya,” ungkap salah satu wali murid.

Selain komunikasi, aspek transparansi pelaporan juga menjadi sorotan warga. Publik berharap data pelaksanaan MBG yang dilaporkan ke pemerintah pusat selaras dengan kondisi riil di sekolah.

Transparansi data sangat krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat, mengingat program ini menyasar kebutuhan dasar siswa. Dengan perbaikan koordinasi, diharapkan pelaksanaan MBG di Kota Prabumulih dapat berjalan lebih optimal tanpa menimbulkan kegaduhan di kemudian hari. (antono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *