MUSINEWS.ID — Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mencatatkan tren positif dalam penanganan kesejahteraan sosial. Berdasarkan rilis Susenas Maret 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Muba berhasil ditekan hingga angka 9,07 persen, turun signifikan dari 9,97 persen pada 2025.
Penurunan sebesar 0,90 poin persentase tersebut berdampak langsung pada berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 5.520 jiwa, yakni dari 69.610 jiwa menjadi 64.090 jiwa. Hasil ini menempatkan Muba sebagai daerah dengan capaian penurunan kemiskinan tertinggi ketiga di Sumatra Selatan (Sumsel), di bawah Kabupaten Musi Rawas Utara dan Kabupaten Lahat.
Melampaui Target dan Membaiknya Indeks Keparahan
Realisasi angka kemiskinan sebesar 9,07 persen ini secara resmi melampaui target Perubahan RKPD 2026 yang ditetapkan sebesar 9,85 persen, atau mencapai tingkat ketercapaian 108,60 persen. Selain itu, tingkat kemiskinan Muba tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sumsel yang berada di angka 9,50 persen.
Tidak hanya secara kuantitatif, kualitas penanganan kemiskinan juga membaik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,49 menjadi 0,88, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun tajam dari 0,38 menjadi 0,12. Penurunan kedua indeks ini mengindikasikan bahwa kesenjangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin mengecil dan mendekati garis kemiskinan daerah sebesar Rp678.983 per kapita per bulan.
Penguatan Program dan Sinergi Lintas Sektor
Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara BPS, perangkat daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba berkomitmen menjaga tren positif ini melalui kelanjutan Program Keluarga Maju, penguatan sektor pertanian, pemberdayaan UMKM, perluasan kesempatan kerja, serta pemenuhan akses layanan dasar.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapperida Muba, Dr. Mursalin, menegaskan data rilis BPS ini akan dijadikan pijakan utama dalam menyusun perencanaan pembangunan jangka menengah yang lebih tepat sasaran. Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci utama agar program penuntasan kemiskinan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan. (tri)
Wartawan MusiNews.id yang menyukai olahraga, khususnya sepak bola. Aktif menulis seputar Liga 1, Liga 2, Liga 3, dan Sepak Bola di Sumsel.







