MusiNews.id – Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, memberikan pembinaan langsung kepada para lurah di Kecamatan Pagar Alam Selatan, Selasa, 14 April 2026, sebagai bagian dari persiapan penilaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Pagar Alam Selatan itu, dihadiri sejumlah pejabat daerah, mulai dari Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala DPPKBPPPA, hingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Para camat dan lurah di wilayah tersebut, turut mengikuti pengarahan secara langsung.
baca juga : Ludi Oliansyah Buka Turnamen Voli PPNI di Pagar Alam, Tekankan Peran Perawat bagi Kesejahteraan
Dalam arahannya, Ludi Oliansyah menegaskan bahwa peran lurah menjadi kunci utama dalam keberhasilan penilaian Kota Layak Anak. Hal ini karena lurah merupakan ujung tombak pelayanan publik, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat paling bawah.
Menurutnya, indikator keberhasilan KLA tidak hanya dinilai dari dokumen administrasi, tetapi juga dari kondisi nyata di lingkungan masyarakat. Ia menekankan tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak.
“Penilaian KLA bukan sekadar kelengkapan administrasi. Yang dilihat adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan perlindungan, ruang bermain yang sehat, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Ludi Oliansyah.
baca juga : Wali Kota Pagar Alam Terima Audiensi PPNI, Bahas HUT ke-52 dan Perlindungan Profesi Perawat
Ia juga mengingatkan bahwa status Kota Layak Anak bukan sekadar prestise atau penghargaan. Lebih dari itu, status tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak anak secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Ludi Oliansyah mendorong seluruh lurah untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor. Ia menilai, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti tokoh masyarakat dan kader PKK, menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak.
“Jangan bekerja sendiri. Libatkan semua unsur masyarakat agar program ini benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya,” katanya.
baca juga : Wali Kota Pagar Alam Hadiri Halal Bihalal Gubernur Sumsel, Perkuat Sinergi untuk Pembangunan
Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam sendiri menargetkan peningkatan predikat Kota Layak Anak ke tingkat Madya pada tahun 2026. Target tersebut dinilai realistis, namun membutuhkan kerja bersama dari seluruh elemen pemerintah hingga masyarakat.
Menurut Ludi Oliansyah, capaian tersebut juga berpotensi membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat, termasuk dalam bentuk insentif fiskal yang dapat digunakan untuk mendukung program pembangunan daerah.
“Jika kita berhasil naik ke tingkat Madya, ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga peluang mendapatkan dukungan anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.
baca juga : Usai Salat Id di Alun-Alun Utara, Wali Kota Pagar Alam Gelar Open House di Gunung Gare
Selain pengarahan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi teknis, terkait pengisian instrumen evaluasi mandiri KLA. Tim dari DPPKBPPPA Kota Pagar Alam memberikan penjelasan detail mengenai indikator penilaian yang harus dipenuhi oleh setiap kelurahan.
Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi para lurah untuk memahami lebih dalam standar penilaian yang setiap tahun mengalami penyesuaian. (ohs)







