MusiNews.id, Muba — Peran camat di Musi Banyuasin kembali diperkuat, Bupati HM Toha Tohet menegaskan pelayanan publik harus lebih cepat dan camat wajib turun langsung ke masyarakat, bukan sekadar menunggu laporan.
Penegasan itu disampaikan saat rapat koordinasi bersama seluruh camat se-Kabupaten Muba, Kamis (16/4/2026). Fokus utama pertemuan ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik di tingkat kecamatan.
Bupati Toha menilai, camat memegang posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintahan. Karena itu, pola kerja tidak boleh lagi pasif.
“Camat tidak boleh hanya menunggu laporan. Harus aktif turun ke lapangan ketika ada persoalan agar cepat diselesaikan,” tegasnya.
Peran Camat Muba Jadi Kunci Layanan Cepat
Menurutnya, kedekatan antara aparat pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting. Jika komunikasi berjalan baik, berbagai persoalan di lapangan bisa lebih cepat diatasi.
Artinya, warga tidak perlu lagi menunggu lama saat menghadapi kendala administrasi atau persoalan wilayah. Di sinilah peran camat benar-benar diuji.
Langkah ini juga diharapkan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama dalam hal mobilitas dan pertumbuhan ekonomi yang sangat bergantung pada infrastruktur dan layanan dasar.
Fokus Baru: Aset Daerah dan Batas Wilayah
Selain pelayanan, Bupati Toha juga menyoroti pentingnya penertiban aset daerah. Ia meminta seluruh camat segera melakukan inventarisasi aset, mulai dari aset pemerintah hingga batas desa.
Menurutnya, masalah aset sering menjadi sumber konflik jika tidak ditata dengan baik sejak awal.
“Aset harus didata dan ditata dengan baik. Termasuk membangun komunikasi dengan perusahaan di wilayah masing-masing agar tercipta sinergi,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting agar aset daerah bisa dimanfaatkan optimal sekaligus mencegah potensi sengketa di kemudian hari.
Warga Muba Bisa Merasakan Dampaknya
Dengan arahan ini, perubahan paling terasa nantinya ada di tingkat pelayanan sehari-hari. Mulai dari pengurusan administrasi hingga respon terhadap keluhan warga.
Jika camat benar-benar aktif turun ke lapangan, masyarakat Muba tak lagi sekadar menunggu, tapi bisa merasakan kehadiran pemerintah secara langsung di tengah mereka. (tri)







