Musrenbang Sumsel 2026 Dibuka, Herman Deru Tegaskan Fase “Metamorfosis” Pembangunan

Musrenbang Sumsel 2026 Dibuka, Herman Deru Soroti Metamorfosis Pembangunan

MusiNews.id, Palembang — Musrenbang Sumsel 2026 resmi dibuka, Gubernur Sumatera Selatan menegaskan daerah kini memasuki fase “metamorfosis” pembangunan yang menuntut perubahan cepat di tengah keterbatasan anggaran.

Kegiatan yang digelar di Griya Agung Palembang, Selasa (14/4/2026) ini menjadi titik awal penyusunan RKPD Sumsel 2027. Forum ini bukan sekadar agenda rutin, tapi penentu arah pembangunan ke depan.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa kondisi saat ini menuntut pola kepemimpinan yang lebih gesit dan adaptif.

“Kita memasuki fase metamorfosis. Harus lebih akseleratif, tapi tetap akuntabel dan tidak melanggar aturan,” tegasnya.

Musrenbang Sumsel 2026 dan Tantangan Anggaran

Dalam arahannya, Herman Deru menyoroti ketatnya aturan belanja daerah. Salah satunya pembatasan belanja pegawai yang maksimal hanya 30 persen.

Kondisi ini membuat ruang gerak pemerintah daerah semakin terbatas. Artinya, setiap program harus benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata.

Di sisi lain, pemerintah juga harus tetap memenuhi kebutuhan dasar seperti infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik.

Fokus pada Inovasi dan PAD Sumsel

Situasi ini mendorong Pemprov Sumsel untuk berpikir lebih kreatif. Herman Deru bahkan meminta adanya kelonggaran regulasi dari pemerintah pusat agar daerah bisa lebih leluasa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, target pembangunan ke depan harus jelas: biaya rendah, tapi manfaatnya besar untuk masyarakat.

Hal ini penting, apalagi Sumsel sedang menghadapi momentum bonus demografi yang membutuhkan kualitas SDM unggul.

Guru dan PPPK Jadi Perhatian

Selain anggaran, perhatian juga diarahkan pada kesejahteraan tenaga pendidik. Herman Deru menilai guru memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan daerah.

Karena itu, kebijakan yang menyangkut PPPK dan tenaga pendidikan harus benar-benar diperhatikan.

“Kalau gurunya sejahtera, kualitas SDM kita akan ikut meningkat,” ujarnya.

Sumsel Dapat Apresiasi dari Pusat

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan apresiasi atas capaian Sumatera Selatan.

Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan performa positif, mulai dari inflasi yang terkendali hingga angka stunting yang menjadi salah satu terbaik secara nasional.

Tak hanya itu, kapasitas fiskal Sumsel juga dinilai kuat karena PAD mampu melampaui dana transfer dari pemerintah pusat.

Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tetap dijaga dengan tata kelola yang bersih dan menjauhi praktik korupsi.

Musrenbang ini kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Bagi warga, arah kebijakan ini akan menentukan seperti apa pembangunan ke depan—mulai dari jalan, sekolah, hingga peluang ekonomi di daerah. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *