MusiNews.id — Dua event dari Sumatera Selatan (Sumsel), yakni Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar Tradisional, masuk dalam event unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, yaitu Karisma Event Nusantara tahun 2026.
Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar Tradisional merupakan 2 dari 125 event dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, masuk dalam Karisma Event Nusantara tahun ini.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2025, hanya 110 event yang diselenggarakan di berbagai daerah yang ada di Indonesia.
[irp]
Festival Sriwijaya merupakan momen untuk mengingat dan merayakan kejayaan Sriwijaya melalui pekan perayaan budaya yang menghadirkan pertunjukan seni dari 17 kabupaten dan kota.
Beragam pertunjukan seni tradisional, pawai budaya, pameran foto, hingga warisan budaya tak benda, ditampilkan pada festival yang akan digelar tanggal 19-21 Juni 2026 itu, sebagai cerminan kekayaan peradaban Sumatera Selatan (Sumsel).
Sementara itu, Perahu Bidar Tradisional adalah sebuah perlombaan rutin yang dilangsungkan oleh mayarakat Palembang dalam merayakan tradisi kebanggaan daerah. Perlombaan ini menyulap Sungai Musi menjadi lintasan adu cepat sepanjang 1,8 Kilometer, yang melintasi Benteng Kuto Besak dan disaksikan ribuan penonton sepanjang tepian sungai.
[irp]
Festival ini juga menampilkan kearifan lokal masyarakat Sungai Musi, melalui parade perahu motor hias, serta kegiatan edukasi mengenai perahu bidar yang kian langkah. Dengan memadukan sport tourism dan wisata budaya, festival Perahu bidar tradisional yang bakal digelar pada 15-17 Agustus 2026, menghadirkan pengalaman wisata di atas sungai dengan semangat persatuan dan kebersamaan.
Selain dua festival tersebut, wisatawan lokal dan mancanegara, juga bisa menikmati berbagai warisan budaya takbenda Sumsel yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Adapun Warisan budaya takbenda dari Sumsel yang bisa anda nikmati yakni Tari Silampari Kahyangan Tinggi, Burgo, Pempek, Gulo Puan, Cak Ingkling, Ngobeng, Rumah Besemah, Rumah Ulu, Tari Lading, Tari Erai-erai, Pindang Palembang, Ande-Ande, Benteng-Bentengan Musi Rawas, dan Tembang Batanghari Sembilan.
[irp]
Kemudian Telok Abang Palembang, Tikar Purun Pedamaran, Kelentangan Banyuasin, Adat Perwakinan Mabang Handak, Bolu Lapan Jam, Sagarurung, Surat Ulu, Sedekah Serabi, Lelang Lebak Lebung, Senjang, Midang, Songket Palembang, Tam-Tam Duku Musi Rawas, Tanjak Palembang, Tempoyak Palembang, Tari Kebagh, serta Serambe Banyuasin,
Terakhir yakni Tari Gending Sriwijaya, Dulmuluk, Musik Jidur Padamaran, Guritan besemah, Adat Timbang Kepala kebo, Lak, Limas Palembang, Tepung Tawar Perdamaian, Tari Sambut Muara Enim, Sejuluk, Selendang Mudawaroh Palembang, Sedekah Balaq, Tari Penguton, Warahan Sumatera Selatan, Incang-Incang, Sedekah Rame, Rejung Sumatera Selatan, Bidar. (ohs)








