Perbaikan Jalan Desa Mendis Jaya Dikebut, Warga dan Perusahaan Gotong Royong Tanpa Tunggu Anggaran

Perbaikan Jalan Desa Mendis Jaya Dikebut, Warga dan Perusahaan Gotong Royong

MusiNews.id, MUBA — Perbaikan jalan Desa Mendis Jaya di Kecamatan Bayung Lencir langsung dikebut lewat gotong royong, menjawab instruksi Bupati Muba agar akses warga segera diperbaiki tanpa menunggu lama.

Gerak cepat ini terlihat di Dusun 5, saat pemerintah kecamatan, perangkat desa, masyarakat, hingga pihak perusahaan turun langsung ke lapangan. Mereka bahu-membahu memperbaiki jalan yang sebelumnya rusak dan menyulitkan aktivitas warga.

Camat Bayung Lencir, Zukar SKM MSi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari arahan pimpinan daerah. Ia memastikan seluruh jajaran diminta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini bentuk nyata instruksi Bupati Muba. Kami langsung bergerak bersama, dan Alhamdulillah masyarakat serta perusahaan ikut ambil bagian,” ujarnya.

Perbaikan Jalan Desa Mendis Jaya Jadi Akses Vital Warga

Jalan yang diperbaiki ini bukan sekadar jalur biasa. Fungsinya sangat vital karena menjadi penghubung antar desa sekaligus akses utama menuju pusat Kecamatan Bayung Lencir.

Jika kondisi jalan membaik, aktivitas warga otomatis ikut lancar. Mulai dari distribusi hasil kebun, anak sekolah, hingga warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

Bayangkan kalau jalan rusak saat musim hujan, aktivitas bisa terhenti total. Itulah yang sebelumnya dirasakan warga di wilayah ini.

Gotong Royong Jadi Solusi Cepat Tanpa Tunggu Anggaran

Kepala Desa Mendis Jaya mengakui kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan. Bahkan, sering menyulitkan mobilitas warga, terutama saat cuaca buruk.

Namun lewat gotong royong, perbaikan bisa langsung dilakukan tanpa harus menunggu proses anggaran yang panjang. Ini jadi solusi cepat yang langsung dirasakan manfaatnya.

“Ini jalan vital bagi kami. Dengan gotong royong, warga sangat terbantu,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan ini juga menjadi kunci percepatan pembangunan di desa. Tanpa menunggu bantuan besar, masyarakat bisa bergerak dan saling membantu.

Di titik ini, gotong royong bukan sekadar tradisi—tapi solusi nyata untuk kebutuhan mendesak warga. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *