Beautifikasi Palembang Dipoles Sarat Filosofi

MusiNews.idPemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperkuat arah pembangunan kota melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga sarat nilai filosofis dan historis. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat memimpin rapat pembahasan Detail Engineering Design (DED) penataan wajah kota dan program beautifikasi di Ruang Vidcon, Rumah Dinas Wali Kota, hari Selasa, tanggal 3 Maret 2026.

Dalam rapat tersebut, sejumlah rekanan dan pengembang memaparkan rencana strategis penataan ruang publik di beberapa titik penting Kota Palembang. Beberapa proyek yang dibahas antara lain DED Jembatan dan Air Terjun Menari di kawasan Kambang Iwak, penataan Taman Kambang Iwak Kecik dan kawasan Siti Khadijah, serta pengembangan Keramasan Park.

Berita Terkait :  Pemkot Palembang Bagikan Bonus ke Pelatih Berprestasi di Porprov dan Perparprov 2023

Tidak hanya itu, pembahasan juga mencakup penataan taman dan median jalan di sejumlah koridor utama, seperti Simpang Polda–Bandara Mas, Simpang Polda–Bundaran Air Mancur Masjid Agung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan Rasyid Sidiq, hingga Jalan Wahid Hasyim.

Ratu Dewa menekankan bahwa setiap pembangunan harus memiliki makna yang kuat, dan mencerminkan identitas lokal Palembang sebagai kota bersejarah. Menurutnya, konsep filosofis menjadi fondasi penting agar pembangunan tidak kehilangan arah dan karakter.

“Bangunan dan ruang publik yang kita hadirkan harus memiliki makna. Ada filosofi, nilai sejarah, dan identitas Palembang di dalamnya,” ujarnya dalam rapat tersebut.

Ia juga meminta seluruh DED disusun secara matang dan terukur, mencakup detail konsep desain, perencanaan anggaran, tahapan pelaksanaan, hingga dampak jangka panjang terhadap tata ruang kota. Dalam diskusi, sejumlah desain disebut mengalami revisi guna memastikan kesesuaian dengan visi penataan kota yang berkelanjutan.

Berita Terkait :  Manfaatkan Kembali Gedung Kesenian, Festival Budaya Palembang 2024 Resmi Dibuka

Program beautifikasi ini, lanjut Ratu Dewa, bukan sekadar memperindah tampilan fisik kota, tetapi bagian dari strategi memperkuat citra Palembang sebagai kota yang modern, tertata, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.

Pemkot Palembang berharap, melalui perencanaan yang komprehensif dan berbasis identitas lokal, pembangunan ruang publik dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kota yang berkarakter, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (ohs)

Pemutihan Pajak Sumatera Selatan tahun 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *