MusiNews.id, Palembang — Program Sultan Muda Sumsel kini masuk fase serius. Gubernur Herman Deru menggandeng OJK untuk memperkuat peran anak muda dalam ekonomi kerakyatan, bahkan menargetkan pasar ekspor.
Pertemuan antara Pemprov Sumsel dan OJK berlangsung di Griya Agung, Rabu (15/4). Dalam audiensi ini, keduanya sepakat mempercepat pengembangan program Sultan Muda agar dampaknya makin terasa di masyarakat.
Herman Deru menegaskan, kolaborasi menjadi kunci utama. Ia menyebut program yang dirancang selama ini mulai menunjukkan hasil nyata dan harus terus didorong agar lebih luas menjangkau anak muda.
Sultan Muda Sumsel Diperkuat dari Akar
Salah satu fokus utama adalah memperkuat struktur organisasi Sultan Muda. Herman Deru meminta distribusi ID Card diperbanyak untuk memastikan seluruh anggota terdokumentasi dengan baik.
Tak hanya itu, sekretariat yang sudah ada diminta aktif digunakan. Setiap kegiatan juga harus dipublikasikan secara masif agar masyarakat tahu perkembangan dan kontribusi nyata program ini.
Kalau kamu anak muda di Sumsel, ini jadi peluang besar untuk ikut terlibat langsung dalam gerakan ekonomi baru ini.
Strategi Baru: Clustering dan Pelatihan Berantai
Gubernur juga mendorong sistem pengelompokan usaha berdasarkan wilayah dan jenis bisnis. Tujuannya agar pembinaan lebih tepat sasaran dan terarah.
Selain itu, metode Training of Trainer (ToT) akan diterapkan. Artinya, anak muda yang sudah sukses akan melatih yang lain, sehingga ilmu terus berputar dan berkembang.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.
Siap Tembus Ekspor dan Digitalisasi
Sementara itu, OJK Sumsel mengungkapkan tengah menyiapkan agenda besar melalui Sultan Muda Expora. Salah satunya adalah ekspor perdana produk turunan kelapa ke tiga negara.
Tak kalah menarik, ID Card Sultan Muda akan dilengkapi teknologi cip. Kartu ini bukan hanya identitas, tapi juga berfungsi sebagai e-money dan sistem pencatatan perjalanan bisnis anggota.
Dengan sistem ini, aktivitas usaha hingga pelatihan bisa dipantau secara digital. Ini jadi langkah modernisasi yang membuka peluang lebih besar bagi anak muda Sumsel naik kelas. (tri)













