Herman Deru Temui Pengunjuk Rasa, Dan Terima Aspirasi Mahasiswa
MyRepublic, Internet Cepat Tanpa Batas
Meski harus segera berangkat menghadiri HUT Kabupaten Banyuasin, Gubernur Sumsel H. Herman Deru masih menyempatkan diri menemui mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa Cipayung Plus, di halaman kantor Gubernur, pada hari Senin (11/4) siang. (Foto : Humas Prov. Sumsel)
Meski harus segera berangkat menghadiri HUT Kabupaten Banyuasin, Gubernur Sumsel H. Herman Deru masih menyempatkan diri menemui mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa Cipayung Plus, di halaman kantor Gubernur, pada hari Senin (11/4) siang. (Foto : Humas Prov. Sumsel)

Herman Deru Temui Pengunjuk Rasa, Dan Terima Aspirasi Mahasiswa

MusiNews.id, PALEMBANG – Meski harus segera berangkat menghadiri HUT Kabupaten Banyuasin, Gubernur Sumsel H. Herman Deru masih menyempatkan diri menemui mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa Cipayung Plus, di halaman kantor Gubernur, pada hari Senin (11/4) siang.

H. Herman Deru bahkan mengizinkan ratusan mahasiswa ini masuk setelah mahasiswa memaksa menyingkirkan barier  polisi persis di gerbang masuk halaman Kantor Gubernur Sumsel.

Kalau mengikuti protap sebenarnya adik-adik ini tidak boleh masuk. Tapi Saya yang izinkan karena ini juga rumah kalian untuk menyampaikan aspirasi. Silahkan sampaikan segala sesuatu dengan sehat dan gamblang agar ini dapat kami teruskan kepada yang berwenang yakni DPR RI, ujar H. Herman Deru disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Menurut H. Herman Deru dirinya memastikan  akan menerima semua ungkapan dan aspirasi dari para mahasiswa dan akan segera meneruskannya ke pihak berwenang yakni DPR RI.

Namun terkait tuntutan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden  3 periode, dijelaskan H. Herman Deru bahwa Presiden RI Joko Widodo setelah 7 April lalu sudah memberikan jawaban. Menurutnya Presiden Jokowi sudah menjawab bahwa Ia tak berkenan menjabat tiga periode bahkan Presiden juga telah menyampaikan bahwa jadwal Pemilu tetap on schedule.

Berita Terkait :   Pemprov Sumsel Dukung Program Kementerian ATR/BPN Tekan Konflik Sengketa Tanah Melalui Gemapatas

Sementara itu mengenai tuntutan soal harga BBM dan minyak goreng yang menjadi kebijakan nasional dan dirasakan masyarakat saat ini, H. Herman Deru pun berharap dapat direspon pemerintah agar bisa stabil seperti semula.

Dalam kesempatan itu, H. Herman Deru juga menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang Ia temui. Sebagai intelek muda dan calon pemimpin bangsa, mahasiswa ini dinilainya telah mampu mengkritisi berbagai hal dan aspek baik dari sisi politik dan pemerintahan.

Iapun yakin ide yang disampaikan para mahasiswa ini telah berdasarkan hasil pembicaraan yang komperhensif dengan rekan sejawat sesama mahasiswa.

Silahkan sampaikan aspirasi dengan sehat, dengan tertib. Jaga keselamatan, jaga kehormatan. Hati-hati di jalan, ujar H. Herman Deru.

Sementara itu ratusan massa mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Cipayung Plus tampak langsung mengelu-elukan Gubernur Sumsel H. Herman Deru sesaat setelah mereka diizinkan masuk dan ditemui langsung oleh orang nomor satu di Sumsel tersebut.

Berita Terkait :   Secara Virtual Plt Bupati Beni Hernedi Hadiri Penyerahan DIPA dan TKDD dari Presiden RI

Terimakasih Ayahanda kami yang rela berpanas-panasan bersama dan menemui kami. Hari ini kami turun ke jalan untuk menyampaikan pernyataan sikap dan lima tuntutan kami, jelas Koordinator Aksi Fortuna.

Adapun lima tuntutan mereka yakni :

1. Menolak Penundaan Pemilu 2024 Serta Perpanjangan Masa Jabatan Presiden.

2. Menolak Kenaikan Harga Bahan Pokok, BBM dan PPN 11 %.

3. Usut Tuntas dan Segera Copot Oknum Menteri yang terlibat dalam pengusulan 3 periode jabatan presiden.

4. Menolak Pemindahan IKN.

5. Mendesak Presiden segera menyelesaikan Konflik Agraria di Indonesia.

Atas nama rakyat yang tertindas dengan tegas kami mahasiswa dari Cipayung Plus Kota Palembang mengajukan 5 tuntutan tersebut, tegasnya.

Usai ditemui Gubernur H. Herman Deru, dan menyampaikan semua aspirasinya, massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 500 orang tersebut pun membubarkan diri dengan tertib.*

Laporan :
Editor :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *