MUSINEWS.ID — Momentum bulan suci Ramadhan tahun 1443 Hijriah, dimanfaatkan oleh Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Langkah tersebut diwujudkan melalui kehadiran jajaran pemerintah dalam agenda pengajian dan silaturahmi daerah.
Kegiatan keagamaan yang diawali dengan salat Isya, tarawih, serta witir berjamaah ini, diinisiasi oleh PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel). Agenda dipusatkan di area lobi Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, kawasan Jakabaring, Palembang, pada hari Rabu malam, tanggal 6 April 2022.
Pemulihan Aktivitas Sosial dan Penguatan Kinerja BUMD
Herman Deru menyatakan rasa syukurnya, karena aktivitas komunal kemasyarakatan dapat kembali berjalan, setelah sempat tertahan selama dua tahun akibat pembatasan pandemi Covid-19.
Kebangkitan aktivitas ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan interaksi sosial, sekaligus konsolidasi pembangunan di Sumsel.
Selain aspek spiritual, Herman Deru memanfaatkan forum ini untuk memberikan pengarahan strategis kepada manajemen Bank Sumsel Babel. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, bank daerah dituntut untuk lebih adaptif dalam menangkap dinamika pasar perbankan modern.
“Bank Sumsel Babel harus terus menunjukkan aksinya sehingga selera pasar bisa terpenuhi. Sebagai BUMD milik daerah, instansi ini wajib membawa manfaat finansial yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” tegas Herman Deru.
Ia menambahkan bahwa inovasi korporasi harus didasari oleh kerukunan produktif di internal perusahaan, mulai dari level staf hingga jajaran direksi. Manajemen diminta menonjolkan potensi lokal sebagai identitas pembeda yang kompetitif di tengah persaingan industri keuangan nasional.
Akselerasi Layanan Digital dan Infrastruktur Kantor
Merespons arahan tersebut, Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsuddin, menjelaskan bahwa korporasi sedang memacu sejumlah terobosan baru, untuk mempermudah transaksi nasabah. Salah satu fokus utama yang sedang digarap adalah perluasan ekosistem layanan digital perbankan (digital banking).
Langkah digitalisasi ini dinilai krusial untuk mempercepat inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah, termasuk kawasan pemukiman di sepanjang koridor sungai seperti Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara. Penguatan sistem digital akan mempermudah akses modal bagi pelaku UMKM di daerah tanpa terkendala jarak geografis.
Di sisi lain, sebagai wujud kontribusi terhadap lingkungan kerja, pihak manajemen merencanakan pembangunan fasilitas tempat ibadah baru di lingkungan operasional kantor pusat. “Kami mengupayakan program silaturahmi ini berjalan berkesinambungan, dan tahun ini kami merencanakan pendirian masjid di kawasan kantor pusat Jakabaring,” ungkap Achmad Syamsuddin. (tri)
Wartawan MusiNews.id yang menyukai olahraga, khususnya sepak bola. Aktif menulis seputar Liga 1, Liga 2, Liga 3, dan Sepak Bola di Sumsel.













