MusiNews.id, PRABUMULIH – Kota Prabumulih dicekam kecemasan pada Minggu malam (5/4/2026). Dalam rentang waktu kurang dari tiga jam, dua peristiwa kebakaran hebat melanda lokasi yang berbeda. Si jago merah pertama kali mengamuk di makam keramat Puyang Ratu Pase yang sakral, sebelum kemudian berpindah menghanguskan ruang guru di SMP Muhammadiyah Prabumulih.
Rentetan peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan kerugian material hingga puluhan juta rupiah, tetapi juga memicu spekulasi dan kewaspadaan tinggi di tengah masyarakat.
Magrib yang Mencekam di Gunung Ibul
Insiden pertama meletus sekitar pukul 19.00 WIB di Kelurahan Gunung Ibul Induk, Kecamatan Prabumulih Timur. Lokasi yang terbakar bukanlah bangunan biasa, melainkan makam keramat Puyang Ratu Pase, sebuah situs yang selama ini dihormati karena nilai spiritual dan historisnya.
Api diduga kuat berasal dari area pedupaan atau tempat pembakaran kemenyan di dalam makam. Hawa panas dan percikan api dari sisa ritual ziarah tersebut diduga menyambar kelambu yang menghiasi bangunan semi permanen berukuran 5×8 meter itu. Dalam hitungan menit, api yang mulanya kecil berubah menjadi kobaran hebat yang menerangi kegelapan malam di sekitar Komplek Islamic Center.
Informasi kebakaran ini menyebar cepat melalui grup WhatsApp warga. Petugas BPBD Kota Prabumulih dari Posko Taman Murni yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dijinakkan pada pukul 19.40 WIB sebelum sempat merembet ke pohon-pohon besar di area makam. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Drama Kebakaran di SMP Muhammadiyah: Pagar yang Terkunci
Belum kering peluh petugas pemadam kebakaran, kabar buruk kembali datang sekitar pukul 21.30 WIB. Kali ini, api dilaporkan berkobar di Jalan Surip, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara. Targetnya adalah ruang guru SMP Muhammadiyah Prabumulih.
Saksi mata di lokasi, Ujang Kemis (53), menceritakan detik-detik dramatis saat api mulai melahap bagian depan sekolah. “Saat saya sampai, api sudah menjilat plafon ruang guru. Warga mau masuk tapi kesulitan karena pintu pagar sekolah dalam keadaan terkunci rapat,” ungkapnya.
Dalam situasi genting, warga terpaksa mendobrak pagar sekolah demi memadamkan api dengan peralatan seadanya—mulai dari ember hingga kain basah—sambil menunggu armada pemadam tiba. Kerja keras warga membuahkan hasil; api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 22.30 WIB.
Namun, dampak kerusakan tidak terelakkan. Ruang guru mengalami kerusakan parah pada bagian jendela, plafon, hingga beberapa perangkat elektronik penting yang berisi data sekolah hangus terbakar. Total kerugian material pada insiden kedua ini ditaksir mencapai angka Rp40 juta.
Penyelidikan Intensif dan Olah TKP INAFIS
Dua kejadian dalam satu malam ini langsung direspons serius oleh jajaran Polres Prabumulih. Tim INAFIS (Indonesia City Fingerprint Identification System) bersama unit Satreskrim diterjunkan ke kedua lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam.
Garis polisi kini membentang di makam Puyang Ratu Pase dan ruang guru SMP Muhammadiyah. Untuk kebakaran di sekolah, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kegagalan instalasi pada perangkat elektronik di ruang guru. Namun, polisi tetap melakukan identifikasi forensik untuk menyingkirkan kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Kapolsek Prabumulih Barat menegaskan bahwa rentetan peristiwa ini menjadi alarm keras bagi warga kota nanas ini. “Dua kejadian dalam satu malam, mulai dari makam keramat hingga sekolah, adalah peringatan bagi kita semua. Kami meminta masyarakat benar-benar memperhatikan instalasi listrik di bangunan tua serta penggunaan api terbuka di area rawan,” tegasnya.
Kondisi Terkini dan Imbauan Petugas
Hingga Senin pagi, kondisi di kedua lokasi telah dinyatakan kondusif. Pihak BPBD Kota Prabumulih tetap melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi munculnya titik api susulan dari sisa-sisa material yang terbakar.
Pihak kepolisian juga mengimbau pengelola tempat ibadah, situs sejarah, maupun instansi pendidikan untuk melakukan pengecekan berkala terhadap sistem keamanan kebakaran. Sinergitas antara laporan cepat warga dan respons petugas terbukti menjadi faktor kunci yang mencegah api merembet lebih luas pada Minggu malam yang kelabu tersebut.
Kejadian ini menyisakan duka bagi para peziarah Puyang Ratu Pase dan keluarga besar SMP Muhammadiyah, namun sekaligus menjadi pelajaran berharga akan pentingnya mitigasi bencana di lingkungan sekitar. (antono)







