MUSINEWS.ID — Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, bersama Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, menerima audiensi KPP Pratama Lahat di rumah dinas wali kota, Rabu, 15 April 2026, membahas penguatan kesadaran pajak dan peningkatan pendapatan daerah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, termasuk perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Audiensi berlangsung dalam suasana koordinatif, dengan fokus pada sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas pajak.
Dalam kesempatan itu, Ludi Oliansyah menegaskan bahwa pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak, menjadi hal yang terus didorong.
Menurutnya, upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat sebagai wajib pajak.
“Pajak menjadi fondasi pembangunan. Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sangat menentukan keberlanjutan program pembangunan di daerah,” ujar Ludi Oliansyah.
Ia juga menekankan tentang pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data yang valid. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
Dalam satu tahun masa kepemimpinannya, Pemkot Pagar Alam disebut terus memetakan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan secara optimal. Langkah ini dilakukan secara paralel dengan upaya peningkatan penerimaan pajak daerah.
Salah satu strategi yang tengah dijalankan adalah kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pendataan dan pengelompokan sektor usaha. Sektor kuliner menjadi salah satu fokus, mengingat potensinya yang cukup besar di daerah tersebut.
Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh proses pendataan dilakukan dengan menjaga kerahasiaan data pelaku usaha dan masyarakat. Hal ini untuk memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Selain itu, pengawasan terhadap kelompok usaha binaan pemerintah turut diperkuat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan potensi pajak dapat terserap secara optimal, sekaligus mencegah munculnya informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala KPP Pratama Lahat, Agus Joko Purwanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Direktorat Jenderal Pajak dan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa kinerja penerimaan pajak sangat dipengaruhi oleh tingkat kerja sama dengan pemerintah daerah. Oleh karena itu, sinergi yang baik menjadi kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Kami menjalankan arahan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Kami melihat Pagar Alam memiliki komitmen yang baik dalam hal ini,” kata Agus Joko Purwanto. (ohs)
Baca juga :
- Wali Kota Pagar Alam Tekankan Peran Lurah Jelang Penilaian Kota Layak Anak Tahun 2026
- Citilink Resmi Terbang ke Pagar Alam, Waktu Tempuh ke Jakarta Kini Hanya 1 Jam 19 Menit
- Pemkot Pagar Alam Komitmen Transparansi, BPK Gelar Exit Meeting LKPD 2025













