Tiga Tuntutan BADKO HMI Sumbagsel ke Gubernur Sumsel
MyRepublic, Internet Cepat Tanpa Batas
Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, pada hari Jum'at tanggal 21 Januari 2022.
Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, pada hari Jum'at tanggal 21 Januari 2022.

Tiga Tuntutan BADKO HMI Sumbagsel ke Gubernur Sumsel

BekisarMedia.id, PALEMBANG — Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, pada hari Jum’at tanggal 21 Januari 2022.

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menyampaikan tiga tuntutan dari HMI Badko Sumbagsel menindaklanjuti viralnya video seorang wanita di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang akan melahirkan, digotong atau ditandu oleh warga untuk mendapatkan perawatan oleh tenaga medis. Sayangnya, bayi dari wanita itu tidak bisa diselamatkan.

“Kami sebagai putra dan putri dari Muratara, hari ini menghadap Bapak Gubernur dengan membawa tiga tuntutan. Pertama, meminta Bapak Gubernur melakukan intervensi percepatan pembangunan infrastruktur di Muratara, khususnya akses jalan yang berada di tempat ibu hamil yang digotong oleh warga itu.” ujar Dedi Irawan, Ketua Badko HMI Sumbagsel.

Berita Terkait :   Herman Deru Terima ETLE Nasional Presisi Award dari Kapolri

Kemudian, dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya meminta kepada Gubernur Sumsel untuk segera menginstruksikan Bupati dan Wakil Bupati Muratara untuk lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

“Kami meminta kepada Bapak Gubernur untuk segera menginstruksikan Bupati dan Wakil Bupati Muratara agar lebih serius dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan melakukan evaluasi atas peristiwa yang sudah terjadi ini. Karena, peristiwa ini telah menjadi isu nasional.” tuturnya.

Dedi Irawan juga meminta agar Pelopor Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz itu dapat melakukan percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah di Sumsel. Bahkan jika tidak bertentangan dengan aturan, dirinya meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel langsung mengambil alih pekerjaan perbaikan dan peningkatan jalan di Muratara.

Berita Terkait :   DPRD Usulkan Ubah Tatib Agar Kinerja Meningkat

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur menerima tuntutan ini dengan sangat baik dan memberikan perhatian yang penuh. Pemprov Sumsel siap membantu infrastruktur jalan di Muratara, termasuk juga di daerah yang viral ini, sehingga masyarakat tidak susah mengakses jalan untuk berobat dan lain sebagainya.” tegasnya. (mil/ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *