MUSINEWS.ID — Indonesian Democracy and Education (IDE) Preneur bekerja sama dengan Green Democracy Institute (GDI) sukses menggelar ajang amal bertajuk Golf Charity 2026 di Karawaci, Tangerang, Banten, pada hari Jum’at, tanggal 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi para pengusaha dan pegolf untuk mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di daerah.
Aksi sosial ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program serupa pada tahun 2025, yang saat itu difokuskan untuk rehabilitasi sekolah dasar di So’e, Nusa Tenggara Timur. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Sultan Baktiar Najamudin, yang menjadi pembina organisasi tersebut, hadir langsung memberikan apresiasi terhadap inisiatif para pemuda ini.
“Program amal ini adalah bagian dari upaya kami mendukung pemerintah dalam menyiapkan SDM dan ekosistem sekolah di daerah. Motivasinya sederhana, yakni menghimpun kemurahan hati para golfer untuk disalurkan ke daerah yang membutuhkan,” ujar Sultan Baktiar Najamudin dalam sambutannya.
Fokus Pembangunan SDM dan Infrastruktur Pendidikan
Sultan Baktiar Najamudin menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan nasional, yang harus dimulai dengan pemenuhan kapasitas kognitif dan fasilitas sekolah yang memadai.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya pengusaha muda, untuk bersinergi mendukung program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan sekolah rakyat.
Ketua Panitia Golf Charity IDE Preneur 2026, Putra, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari ajang tahun ini, telah dialokasikan secara transparan. Setelah melalui proses penilaian dan verifikasi lapangan, bantuan akan difokuskan untuk rehabilitasi fisik SDN 35 Bengkulu Selatan.
“Kami telah melakukan verifikasi terhadap beberapa calon sekolah penerima bantuan. Akhirnya, kami menetapkan bantuan disalurkan untuk SDN 35 Bengkulu Selatan,” ungkap Putra.
Kolaborasi Internasional untuk Pendidikan
Ajang amal ini menarik perhatian banyak kalangan, dengan kehadiran ratusan pengusaha serta pegolf dari dalam dan luar negeri. Beberapa tokoh nasional juga tampak berpartisipasi, di antaranya Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Prof. Muhammad Syarifuddin, beserta jajaran mantan hakim agung lainnya.
Selain itu, dukungan juga datang dari komunitas diplomatik dan bisnis internasional, termasuk duta besar dari Thailand dan Laos, Special Envoy of the President of the Republic of Seychelles untuk ASEAN, serta perwakilan pengusaha asal Korea dan China.
Partisipasi lintas sektor ini diharapkan dapat meningkatkan skala bantuan program di masa depan, sehingga lebih banyak sekolah di daerah terpencil yang dapat tersentuh perbaikan infrastruktur. (ohs)

Wartawan MusiNews.id yang fokus di dunia pendidikan. Memiliki sertifikasi Wartawan Muda yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.









