Pemprov Sumsel Kucurkan Rp65 Miliar untuk Kabupaten Ogan Ilir

MUSINEWS.iD — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan komitmennya dalam pemerataan pembangunan infrastruktur daerah. Pada Tahun Anggaran 2026 ini, Pemprov Sumsel mengalokasikan dana sekitar Rp65 miliar, yang difokuskan untuk perbaikan jalan dan pembangunan jembatan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Kabar mengenai realisasi anggaran tersebut dikonfirmasi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel III yang meliputi Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI), Handry Pratama Putra, pada hari Minggu, tanggal 21 Juni 2026.

Pria yang akrab disapa Tama ini, menjelaskan bahwa kucuran dana segar ini menjadi angin segar bagi pembangunan daerah, di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional yang sedang berjalan.

Menurutnya, posisi Ogan Ilir sangat krusial, karena berfungsi sebagai salah satu daerah penyangga utama Kota Palembang. Tingginya mobilitas masyarakat serta arus distribusi logistik harian, menuntut kualitas infrastruktur jalan dan jembatan yang prima, agar perekonomian lokal tidak tersendat.

Berita Terkait :  Bendungan Tiga Dihaji Baru Capai 58 Persen, Ketua DPRD Sumsel Desak Percepatan Pembangunan

Rincian Alokasi Paket Pekerjaan Infrastruktur Tahun 2026

Dibandingkan dengan sejumlah kabupaten dan kota lain di Bumi Sriwijaya, Ogan Ilir mendapatkan porsi alokasi anggaran yang cukup signifikan. Hal tersebut didasari oleh analisis kebutuhan lapangan dan pemeliharaan jalur-jalur penghubung antar kabupaten yang bernilai strategis.

Berdasarkan data APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2026, total dana sekitar Rp65 miliar tersebut terbagi ke dalam lima paket pekerjaan utama:

  • Pemeliharaan Berkala Jalan Sp. Tambang Rambang – Batas Kabupaten OKU: Rp3 miliar.
  • Pemeliharaan Berkala Jalan Tanjung Raja – Sp. Tambang Rambang: Rp19,57 mliar.
  • Pemeliharaan Berkala Jalan Sp. OPI Babatan Saudagar – Srijabo: Rp7,2 miliar.
  • Peningkatan Jalan Simpang Meranjat – Batas Kabupaten Muara Enim: Rp14,5 miliar.
  • Pembangunan Jembatan Air Arisan Mendang Kabupaten Ogan Ilir: Rp21 miliar.

“Di era efisiensi anggaran saat ini, alhamdulillah Pemerintah Provinsi Sumsel masih memberikan perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ogan Ilir. Perbaikan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena menyangkut mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Tama.

Berita Terkait :  Wakil Ketua DPRD Sumsel Ikuti Video Conference Terkait Percepatan dan Pengoptimalan Program Makan Bergizi Gratis

Ancaman Truk ODOL dan Tambang Pasir Ilegal

Di balik besarnya anggaran yang dikucurkan, tantangan terbesar pemerintah daerah saat ini adalah menjaga usia pakai dari aspal yang telah dihamparkan. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ogan Ilir itu, mengingatkan bahwa ketahanan jalan provinsi sangat rentan terhadap kendaraan bertonase berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Kendaraan angkutan barang yang melebihi kapasitas muatan, menjadi faktor utama pemicu cepatnya kerusakan struktur jalan sebelum waktunya. Selain armada ODOL, aktivitas angkutan dari sektor tambang galian C berupa truk pengangkut pasir ilegal di beberapa titik wilayah Ogan Ilir, turut memperparah risiko hancurnya fasilitas publik tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk ikut aktif melakukan pengawasan komunal di lapangan. Jika ditemukan adanya indikasi armada angkutan ilegal yang melintas melebihi beban tonase jalan, warga diharapkan tidak segan untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang, agar investasi infrastruktur yang bernilai puluhan miliar ini tidak terbuang sia-sia. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *