MusiNews.id, PALEMBANG — Gerakan pendidikan Al-Qur’an di Sumatera Selatan terus menunjukkan perkembangan pesat. Dalam Khotmul Qur’an dan Imtihan Akbar Metode Ummi angkatan ketiga di Palembang, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan kebanggaannya karena jumlah rumah tahfidz di Sumsel kini telah melampaui 5.000.
Kegiatan tersebut digelar Ummi Palembang di Gedung Golden Sriwijaya Palembang, Kamis (14/5/2026). Sebanyak 149 santri mengikuti wisuda dan uji publik setelah dinyatakan lulus munaqosyah atau ujian tartil serta tahfidz Al-Qur’an.
Rumah Tahfidz Sumsel Terus Bertambah
Herman Deru menilai perkembangan pendidikan Al-Qur’an di Sumsel terjadi karena adanya perubahan pola pikir masyarakat terhadap rumah tahfidz. Menurutnya, kini rumah tahfidz benar-benar dipandang sebagai tempat belajar dan membangun generasi Qurani.

“Kenapa bisa cepat berkembang? Karena adanya perubahan pola pikir sehingga rumah tahfidz adalah tempat belajar mengajar Al-Qur’an,” ujar Herman Deru.
Ia juga mengingatkan bahwa Sumsel memiliki sejarah prestasi di bidang MTQ nasional. Pada tahun 2006, Sumsel pernah masuk 10 besar MTQ Nasional dan kembali meraih peringkat delapan nasional pada MTQ 2022 di Kalimantan Timur.
Bagi banyak orang tua di Sumsel, perkembangan ini tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Rumah tahfidz kini tidak hanya hadir di kota besar, tetapi juga mulai menjangkau banyak daerah.

Metode Ummi Dinilai Mendorong Generasi Qurani
Ketua Ummi Palembang, Ustadz Malik Abdul Hakim, mengatakan kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan Akbar merupakan bentuk syukur atas keberhasilan santri membaca dan menghafal Al-Qur’an secara tartil menggunakan metode Ummi.
Saat ini, terdapat 94 lembaga pengguna metode Ummi yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Sumsel. Totalnya mencapai sekitar 11.500 santri dengan dukungan 608 guru Al-Qur’an.
Pertumbuhan itu dinilai cukup pesat dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Ummi Palembang hanya membina sekitar 72 lembaga dengan 7.000 santri.

Peran Ibu dan Prestasi Santri Jadi Sorotan
Dalam sambutannya, Herman Deru juga menyoroti pentingnya peran ibu dalam pendidikan anak. Menurutnya, sebagian besar pondasi pendidikan anak lahir dari keluarga.
“Sebanyak 70 persen produk pendidikan ada di ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Ummi Palembang juga memberikan apresiasi kepada salah satu santri berprestasi, Syeka Ronia, yang berhasil masuk empat besar Akademi Hafidz Qur’an RCTI 2026. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi lahirnya lebih banyak penghafal Al-Qur’an dari Sumsel. (tri)














