MusiNews.id — Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, meninjau langsung hasil pembangunan ulang Jembatan Ait Serami di Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hari Kamis, tanggal 26 Februari 2026.
Jembatan tersebut sebelumnya merupakan konstruksi lama, yang dibangun sejak 1934, dan dalam beberapa tahun terakhir mengalami kerusakan cukup parah.
Penggantian jembatan ini dibiayai melalui APBD Provinsi Sumsel, sebagai bagian dari program pemerataan pembangunan infrastruktur antarwilayah. Pemerintah provinsi (Pemprov) menilai keberadaan jembatan tersebut vital karena menjadi penghubung utama aktivitas warga dan jalur distribusi barang.
Dalam kunjungannya, Herman Deru menyebutkan bahwa perbaikan jalan poros dan jembatan di wilayah pedesaan, menjadi salah satu prioritas pembangunan. Ia mengakui, luasnya wilayah Sumsel, menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan sinergi antara Pemprov Sumsel, kabupaten, hingga pemerintah desa.
“Dulu jalan di sini rusak dan jembatannya juga dalam kondisi memprihatinkan. Sekarang sudah bisa dimanfaatkan masyarakat dengan lebih aman dan nyaman. Kami berharap masyarakat aktif menyampaikan laporan jika ada infrastruktur yang perlu perhatian,” ujarnya.
Jembatan Ait Serami yang baru dibangun memiliki panjang efektif 20,60 meter dengan lebar total 9 meter. Lebar tersebut terdiri dari badan jalan selebar 7 meter, dan trotoar atau bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri.
Spesifikasi ini dinilai lebih memadai untuk menunjang kelancaran arus kendaraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Selain meninjau infrastruktur, Herman Deru juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga nilai adat dan budaya lokal. Ia meminta pemerintah desa tetap memperhatikan pelestarian tradisi serta tidak ragu mengajukan usulan bantuan apabila diperlukan.
Pada kesempatan yang sama, Herman Deru turut menyerahkan bantuan beras kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Lubuk Rukam, Izahrullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi. Ia mengatakan, kondisi jembatan lama sebelumnya cukup menghambat mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
“Sekarang, jembatan sudah kokoh dan lebih mudah dilalui. Kami berterima kasih atas pembangunan ini. Semoga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya. (ohs)







