Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar Tradisional Masuk Event Unggulan Nasional Kementerian Pariwisata Tahun 2026

MUSINEWS.ID — Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar Tradisional yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Republik indonesia, Widyanti Putri Wardhana, di Jakarta, pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 2026.

Ia menyampaikan bahwa event tersebut merupakan instrumen strategis dalam pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Daerah tidak lagi diposisikan hanya sebagai perayaan budaya, tetapi sebagai penggerak utama pariwisata dan ekonomi lokal.

“Melalui Karisma Event Nusantara, event daerah kami dorong sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Event menjadi ruang ekspresi budaya, wadah kolaborasi, sekaligus etalase kekayaan Indonesia yang berdaya saing.” kata Widiyanti Putri Wardhana, dilansir dari website resmi Kemenpar, pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 2026.

Sementara itu, Plt.. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenpar Republik Indonesia, Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa jumlah event pada tahun ini, meningkat jika dibandingkan tahun 2025.

Jika pada tahun 2025 terdapat 110 event, maka pada tahun 2026 jumlahnya bertambah menjadi 125 event terpilih, termasuk Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar Tradisional.

Ia juga menegaskan bahwa event yang masuk dalam Karisma Event Nusantara tahun 2026, telah melalui proses kurasi yang ketat, dengan sejumlah indikator utama. Diantaranya meliputi ide dan inovasi, strategi pemasaran dan komunikasi, manajemen penyelenggaraan, pengelolaan keuangan, hingga analisis dampak ekonomi dan sosial.

“Dengan 125 event terpilih dari 38 provinsi, KEN tahun 2026 menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas. Setiap event dikurasi agar memiliki daya tarik, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku pariwisata daerah,” ucap Vinsensius Jemadu.

Festival Sriwijaya merupakan momen untuk mengingat dan merayakan kejayaan Sriwijaya melalui pekan perayaan budaya yang menghadirkan pertunjukan seni dari 17 kabupaten dan kota. Beragam pertunjukan seni tradisional, pawai budaya, pameran foto, hingga warisan budaya tak benda, ditampilkan sebagai cerminan kekayaan peradaban Sumatera Selatan (Sumsel).

Festival Sriwijaya menjadi ruang kolaborasi budaya yang menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dalam konteks masa kini, sekaligus memperkuat identitas Palembang sebagai pusat peradaban Sriwijaya.

Sementara itu, Perahu Bidar Tradisional adalah sebuah perlombaan rutin yang dilangsungkan oleh mayarakat Palembang dalam merayakan tradisi kebanggaan daerah. Perlombaan ini menyulap Sungai Musi menjadi lintasan adu cepat sepanjang 1,8 Kilometer, yang melintasi Benteng Kuto Besak dan disaksikan ribuan penonton sepanjang tepian sungai.

Festival ini juga menampilkan kearifan lokal masyarakat Sungai Musi, melalui parade perahu motor hias, serta kegiatan edukasi mengenai perahu bidar yang kian langkah. Dengan memadukan sport tourism dan wisata budaya, festival Perahu bidar tradisional menghadirkan pengalaman wisata di atas sungai dengan semangat persatuan dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *