MusiNews.id, PALEMBANG — Antusiasme luar biasa mewarnai Seleksi Beasiswa Sepak Bola Gratis yang digelar Diklat Merden Indonesia di Palembang. Sebanyak 728 pemain muda dari Sumatera Selatan, Lampung, dan Jambi ambil bagian dalam ajang pencarian bakat yang membuka peluang menuju pembinaan profesional secara penuh.
Seleksi yang berlangsung pada 30-31 Mei 2026 tersebut digelar bekerja sama dengan SSB Palembang Soccer Skills (PSS). Jumlah peserta yang mencapai ratusan orang menjadikannya salah satu agenda pencarian bakat sepak bola terbesar yang pernah berlangsung di Kota Palembang dalam beberapa tahun terakhir.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh CEO Diklat Merden Indonesia, H. Rokhman Supriyadi, tiga pelatih Diklat Merden Indonesia, Ketua Askot PSSI Palembang Muhamad David, Ketua Umum SSB PSS Edi Triono, serta sejumlah pelatih dan pengelola SSB dari berbagai daerah.
Seleksi Beasiswa Sepak Bola Gratis Palembang Pecahkan Rekor Peserta
CEO Diklat Merden Indonesia, Rokhman Supriyadi atau yang akrab disapa Babe, mengaku bangga melihat tingginya animo peserta yang hadir.
Menurutnya, jumlah peserta di Palembang menjadi yang terbanyak dibandingkan dua seleksi serupa yang sebelumnya digelar di Bengkulu dan Riau.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta di Palembang sangat luar biasa. Jumlah peserta kali ini menjadi yang terbanyak dibandingkan seleksi yang pernah kami laksanakan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pembinaan sepak bola usia muda,” ujarnya.
Ia berharap dari ratusan peserta tersebut akan lahir pemain-pemain terbaik yang mampu berkembang menjadi pesepak bola profesional pada masa mendatang.
Potensi Besar Talenta Sepak Bola Muda Sumsel
Rokhman menjelaskan, Diklat Merden Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan pemain usia muda. Pada musim lalu, lembaga tersebut dipercaya memegang lisensi PSBS Biak untuk kategori Elite Pro Academy (EPA) U-16, U-18, dan U-20.
Tak hanya itu, sebanyak 17 pemain binaan kategori U-17 berhasil memperkuat sejumlah klub peserta BRI Liga 1 musim lalu.
Fakta ini menjadi motivasi tersendiri bagi peserta seleksi. Bagi banyak pemain muda di Sumsel, kesempatan seperti ini bisa menjadi pintu masuk menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Tak Hanya Sepak Bola, Karakter dan Pendidikan Juga Dibina
Diklat Merden Indonesia menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada teknik dan taktik bermain sepak bola.
Para pemain juga dibentuk melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, hingga pembelajaran agama. Salah satu rutinitas yang diterapkan adalah bangun pukul 04.00 pagi untuk salat Subuh berjamaah dan mengaji sebelum menjalani aktivitas latihan serta sekolah.
Khusus pemain muslim, setiap selesai salat Subuh diwajibkan menyetorkan hafalan ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari program pembinaan.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Palembang Muhamad David mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, semakin banyak pihak yang peduli terhadap pembinaan usia dini, semakin besar pula peluang kemajuan sepak bola Palembang dan Sumatera Selatan.
Senada dengan itu, Ketua Umum SSB PSS Edi Triono berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi pemain-pemain muda berbakat untuk menggapai jenjang karier yang lebih tinggi.
Dengan jumlah peserta mencapai 728 orang, seleksi beasiswa gratis ini menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap pembinaan sepak bola usia muda terus meningkat. Para peserta terbaik nantinya akan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan dan pembinaan secara penuh di Diklat Merden Indonesia. (Tri)














