MusiNews.id — Insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI di sebuah kafe di Palembang memicu desakan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi serius terhadap operasional tempat hiburan malam. Isu ini dinilai penting karena menyangkut keamanan publik dan ketertiban masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel, M. Yansuri, menyusul peristiwa yang menewaskan Pratu FAA (23). Korban diketahui meninggal dunia setelah ditembak oleh rekannya sendiri, Serda RN (23).
Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah kafe di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Sabtu dini hari (16/5/2026). Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak berwenang.
Izin Kafe Palembang Diminta Dievaluasi
Menurut Yansuri, keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan bisnis apa pun. Ia menegaskan bahwa aktivitas usaha tetap diperbolehkan selama mampu menjamin situasi yang aman dan kondusif.
“Kita tentu ingin Kota Palembang dan Sumatera Selatan secara umum tetap aman bagi masyarakat. Semua jenis usaha silakan berjalan, tetapi jangan sampai mengganggu ketertiban publik akibat kejadian-kejadian seperti ini,” ujar Yansuri, Senin (18/5/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Sumsel itu juga menyoroti bahwa insiden kekerasan di lingkungan hiburan malam bukan pertama kali terjadi. Karena itu, ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal yang diterapkan pengelola usaha.
DPRD Sumsel Soroti Standar Keamanan Tempat Hiburan
Yansuri menilai pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum perlu mengaudit standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang berlaku di lokasi hiburan malam. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Ia mengakui tempat hiburan memiliki kontribusi terhadap perekonomian dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak pekerja. Namun, aspek keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan.
“Kalau memang pihak pengelola mampu menjamin keamanan pengunjung tentu tidak masalah. Namun, kalau kondisinya terus seperti ini dan berulang, sebaiknya izin operasionalnya ditinjau ulang bahkan bisa ditutup demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Bagi warga Palembang, persoalan ini bukan sekadar soal satu tempat usaha. Yang dipertaruhkan adalah rasa aman ketika berada di ruang publik, terutama di lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kasus Masih Didalami Aparat
Sementara itu, proses penyelidikan terhadap kasus penembakan yang melibatkan oknum anggota TNI masih berlangsung. Aparat berwenang saat ini terus mendalami kronologi serta motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan di tempat-tempat hiburan malam di Palembang. (tri)









