MusiNews.id, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mematangkan persiapan Festival Sriwijaya XXXIV yang akan digelar pada 15–17 Mei 2026 mendatang. Festival budaya tahunan ini diproyeksikan menjadi momentum besar untuk menghidupkan kembali kejayaan Sriwijaya sekaligus menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Persiapan festival dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (7/5/2026). Sejumlah kepala OPD dan pejabat Pemprov Sumsel turut hadir dalam rapat tersebut.
Tahun ini, Festival Sriwijaya mengusung tema “The Ancient Relics Sriwijaya”. Tema itu menggambarkan kekayaan sejarah dan warisan budaya Kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban besar di Asia Tenggara.

Menurut Edward Candra, Festival Sriwijaya bukan hanya agenda hiburan tahunan. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Sumsel kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
“Festival Sriwijaya bukan sekadar agenda hiburan, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Sumatera Selatan kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat rasa bangga generasi muda terhadap peninggalan sejarah daerah,” ujarnya.
Festival Sriwijaya XXXIV Jadi Magnet Wisata Budaya
Pemprov Sumsel berharap festival ini mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang lebih kuat. Selain mengenalkan sejarah Sriwijaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif masyarakat.

Bagi pelaku UMKM dan seni budaya lokal, festival seperti ini menjadi peluang penting. Semakin ramai pengunjung yang datang, semakin besar pula dampaknya terhadap ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam rapat persiapan, berbagai aspek teknis turut dibahas mulai dari sarana dan prasarana, konsep acara, hingga koordinasi antar OPD agar pelaksanaan berjalan maksimal.
Angkat Kejayaan Sriwijaya Lewat Seni dan Tradisi
Festival Sriwijaya XXXIV diperkirakan menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya, pameran sejarah, kuliner khas daerah, hingga atraksi tradisional yang menggambarkan kejayaan Sriwijaya di masa lampau.

Suasana festival nantinya diharapkan mampu membawa masyarakat kembali mengenal warisan budaya besar yang dimiliki Sumsel. Tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga membangun rasa bangga terhadap identitas daerah sendiri. (tri)








