Muba Targetkan Seluruh Anak Usia Dini Ikuti Pendidikan Prasekolah, 15 Bunda PAUD Kecamatan Resmi Dikukuhkan

MUSINEWS.ID, MUSI BANYUASINPemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memastikan seluruh anak usia dini di Muba memperoleh akses terhadap pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Komitmen tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Musi Banyuasin, Hj Fatimah Toha, saat mengukuhkan 15 Bunda PAUD Kecamatan di Auditorium Pemerintah Kabupaten Muba, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Fatimah menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Oleh karena itu, seluruh Bunda PAUD Kecamatan diminta aktif mengawal pelaksanaan program hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Pastikan tidak ada satu pun anak usia dini di Musi Banyuasin yang kehilangan kesempatan mengikuti satu tahun pendidikan prasekolah. Ini merupakan hak dasar anak sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Menurut Fatimah, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas generasi yang dipersiapkan sejak usia dini. Karena itu, pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun yang kini mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.

Berita Terkait :  Vaksinasi Bagi Pelajar SMP/Sederajat Di Kecamatan Lais Berjalan Sukses Nyaris Over Target

Ia juga meminta para Bunda PAUD Kecamatan segera membentuk kelompok kerja serta mempercepat pengukuhan Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan. Langkah tersebut dinilai penting agar layanan pendidikan anak usia dini dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Selain memperluas akses pendidikan, Fatimah menekankan pentingnya penerapan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Model layanan ini mengintegrasikan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal.

Menurutnya, penerapan PAUD Holistik Integratif juga berperan dalam mendukung upaya pemerintah daerah mempercepat penurunan angka stunting.

“PAUD bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi ruang bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara menyeluruh. Karakter, kesehatan, kecerdasan, hingga masa depan anak mulai dibangun sejak usia dini,” katanya.

Berita Terkait :  Setwan DPRD Muba Beri Bantuan Sosial

Fatimah turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi perangkat daerah hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu layanan PAUD. Ia juga mendorong pemanfaatan berbagai sumber daya, termasuk dukungan dana desa, guna meningkatkan sarana dan kualitas pendidikan anak usia dini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, Sutrisno SE MSi, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba, menjelaskan bahwa pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan periode 2026–2029 bertujuan memperkuat legalitas sekaligus peran pengurus dalam mendukung program pendidikan anak usia dini di setiap kecamatan.

Menurut Sutrisno, sebanyak 15 Bunda PAUD Kecamatan yang telah dikukuhkan diharapkan menjadi ujung tombak dalam memperluas akses layanan PAUD, mengawal implementasi wajib belajar 13 tahun, memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif, serta mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *