MusiNews.id, Muba — Haflah Tahfizh Al-Mubarokah di Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, menjadi momen istimewa bagi dunia pendidikan Islam di Musi Banyuasin. Sebanyak 109 santri tahfizh dan 27 santri angkatan pertama Haflah Takhrij resmi diwisuda dalam suasana khidmat dan penuh haru.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Komplek Putri Pondok Pesantren Al-Mubarokah itu turut dihadiri Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet, Kamis (21/05/2026).
Memasuki tahun keenam perjalanan pesantren, wisuda kali ini memiliki makna khusus. Selain mewisuda ratusan penghafal Al-Qur’an, Ponpes Al-Mubarokah juga berhasil meluluskan angkatan pertama Haflah Takhrij.
Haflah Tahfizh Al-Mubarokah Jadi Tonggak Sejarah
Dalam sambutannya, Bupati Toha menyampaikan apresiasi kepada jajaran pondok pesantren yang dinilai berhasil membentuk generasi muda berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki karakter kuat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, wisuda menjadi bukti nyata keberhasilan pesantren dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para santri.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Haflah Tahfizh ke-5 dan Haflah Takhrij pertama ini,” ujar Toha.
Pesan Bupati untuk Para Penghafal Al-Qur’an
Bupati Toha berpesan agar para hafizh dan hafizhah terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menuntut ilmu maupun mengabdi kepada masyarakat.
Ia menyebut para penghafal Al-Qur’an merupakan cahaya bagi keluarga, lingkungan, hingga daerah. Karena itu, nilai-nilai yang telah dipelajari selama di pesantren diharapkan tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Musi Banyuasin, kehadiran generasi Qurani seperti ini menjadi harapan baru untuk memperkuat karakter dan nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman.
Komitmen Pemkab Dukung Pendidikan Pesantren
Pada kesempatan tersebut, Toha juga memberikan penghargaan kepada para orang tua santri serta para ustaz dan ustazah yang selama ini mendidik dengan penuh keikhlasan.
Ia secara khusus mengapresiasi pimpinan Pondok Pesantren Al-Mubarokah yang memilih kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan ilmu dan membangun pendidikan Islam di Kabupaten Musi Banyuasin.
Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi Qurani yang unggul dan mandiri. Karena itu, Pemkab Musi Banyuasin berkomitmen terus mendukung pengembangan pesantren sebagai bagian penting pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mubarokah Muhammad Siddiq Asmara mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Haflah Tahfizh dan Haflah Takhrij tahun ini.
Ia menyebut wisuda tersebut menjadi sejarah penting bagi pesantren karena berhasil meluluskan angkatan pertama sekaligus mewisuda ratusan santri penghafal Al-Qur’an yang diharapkan mampu membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan daerah. (tri)









