MUSINEWS.ID — Arema FC resmi menobatkan diri sebagai kekuatan tersukses dalam sejarah turnamen pramusim kasta tertinggi tanah air. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Singo Edan itu, sukses menumbangkan Borneo FC Samarinda pada babak final Piala Presiden 2024.
Laga pamungkas yang berlangsung ketat di Stadion Manahan, Solo, terpaksa berlanjut ke babak adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal habis. Dalam drama adu penalti tersebut, Arema FC keluar sebagai pemenang dengan keunggulan tipis 4-3.
Piala ini menjadi koleksi trofi Piala Presiden keempat bagi Arema FC. Sebelumnya, klub kebanggaan Aremania ini telah mengamankan gelar serupa pada edisi 2017, 2019, dan 2022. Catatan impresif tersebut sekaligus mempertegas dominasi mereka di turnamen pramusim nasional.
Sengit Sejak Menit Awal dan Gol William Marcilio
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua kesebelasan langsung memperagakan skema permainan terbuka. Borneo FC yang mengandalkan kreativitas lini tengah, berulang kali mencoba membongkar pertahanan rapat Arema FC, namun skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Arema FC mengambil inisiatif menekan lebih agresif. Strategi tersebut membuahkan hasil instan pada menit ke-49, melalui aksi memukau pemain asing anyar mereka, William Marcilio.
Gelandang asal Brasil itu melepaskan sepakan keras terukur dari luar kotak penalti, yang gagal dihalau oleh penjaga gawang Borneo FC. Gol ini sempat mengubah papan skor menjadi 1-0 dan meningkatkan intensitas serangan kedua tim.
Balasan Pesut Etam dan Drama Adu Penalti
Tertinggal satu gol tidak membuat mental punggawa Borneo FC runtuh. Tim besutan Pieter Huistra ini, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-62, melalui sontekan penyerang asing mereka, Leonardo Gaucho, memanfaatkan celah di lini belakang Singo Edan.
Menjelang akhir laga, Borneo FC harus bermain dengan 10 orang, setelah sang kapten, Stefano Lilipaly, diganjar kartu merah oleh wasit. Meski unggul jumlah pemain, Arema FC gagal menambah keunggulan sehingga pemenang harus ditentukan lewat babak tos-tosan.
Ketangguhan mental anak-anak Malang teruji di babak penentuan ini. Lima eksekutor Arema FC yang seluruhnya berstatus pemain asing, yakni Charles Lokolingoy, William Marcilio, Julian Guevara, Dalberto Luan, dan Lucas Frigeri, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Di kubu lawan, kiper Arema FC, Lucas Frigeri, tampil sebagai pahlawan setelah berhasil menepis tendangan penalti dari bek Borneo FC, Ronaldo Rodrigues. Kemenangan ini disambut hangat oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang hadir langsung menyerahkan trofi juara.
Keberhasilan Arema FC mempertahankan dominasi di turnamen pramusim ini, diharapkan mampu melecut motivasi klub-klub lain di Indonesia, termasuk tim asal Sumatra Selatan (Sumsel), seperti Sriwijaya FC, dalam mempersiapkan taktik dan kedalaman skuad menjelang bergulirnya kompetisi liga domestik. (tri)
Wartawan MusiNews.id yang menyukai olahraga, khususnya sepak bola. Aktif menulis seputar Liga 1, Liga 2, Liga 3, dan Sepak Bola di Sumsel.













