Kunjungi Transmigrasi Kikim, Wamen Transmigrasi Luncurkan Program Trans Tuntas

MUSINEWS.ID — Kehadiran Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, di Kawasan Transmigrasi Kikim, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), pada hari Senin,, tanggal 13 Juli 2026, membawa angin segar bagi warga setempat.

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah, karena merupakan kunjungan pertama pemerintah pusat ke kawasan tersebut, sejak transmigrasi perdana dilakukan pada 1982.

Dalam lawatannya ke Desa Sukoharjo, Kecamatan Kikim Timur, Viva Yoga Mauladi disambut antusias oleh para transmigran, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah, termasuk Bupati Kabupaten Lahat, Bursah Zarnubi, dan Wakil Bupati Kabupaten Lahat, Widia Ningsih.

Agenda utama kunjungan ini adalah meresmikan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan di kawasan transmigrasi.

baca juga : 2.000 Peneliti Diterjunkan ke 154 Kawasan Transmigrasi, Wamen Viva Yoga : Ini Strategi Pembangunan Nasional

Transformasi Kawasan dan Inovasi Program

Kawasan transmigrasi di Kikim yang dulunya berupa hutan belantara, kini telah bertransformasi menjadi desa produktif. Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa paradigma transmigrasi telah berubah dari pola top down (sentralisasi pusat) menjadi bottom up yang berbasis inisiatif pemerintah daerah (desentralisasi).

“Transmigrasi terbukti mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini sudah ada 60 proposal dari bupati di berbagai daerah yang ingin membuka kawasan transmigrasi baru,” ujar Viva Yoga Mauladi.

Namun, ia menegaskan syarat mutlak bagi daerah yang ingin membuka kawasan transmigrasi baru adalah ketersediaan lahan yang berstatus clean and clear. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik agraria di masa mendatang.

baca juga : Membangun Koperasi Di Kawasan Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi : ā€œLangkah Baik Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakatā€

Penyelesaian Sengketa Lahan via ‘Trans Tuntas’

Terkait permasalahan klasik di kawasan transmigrasi, seperti sengketa lahan tumpang tindih dengan kawasan hutan dan belum terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM), Kementrans kini mengandalkan program “Trans Tuntas”. Program ini dirancang khusus untuk memetakan dan menuntaskan sengketa lahan serta mempercepat sertifikasi tanah warga.

“Program Trans Tuntas telah menyelesaikan beberapa sengketa lahan dan menerbitkan ribuan SHM bagi transmigran. Kami berkomitmen menuntaskan masalah lahan ini hingga tuntas agar warga memiliki kepastian hukum atas tanah mereka,” tegasnya.

baca juga : Mitsubishi dan Kementrans Kembangkan Sektor Pertanian, Viva Yoga : ā€œMeningkatkan Kesejahteraan Petani dan Membangun Kedaulatan Panganā€

Sinergi Rehabilitasi Pendidikan

Dalam kunjungan tersebut, Viva Yoga Mauladi meresmikan hasil rehabilitasi SDN 18 Kikim Timur. Secara nasional, Kementrans menargetkan pembangunan dan rehabilitasi lebih dari 100 sekolah di 154 kawasan transmigrasi setiap tahunnya.

Untuk memaksimalkan dampak, Kementrans juga melakukan sinergi strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Melalui kerja sama ini, ribuan sekolah di kawasan transmigrasi yang belum tersentuh perbaikan akan masuk dalam program pembangunan nasional yang membidik 70.000 titik sekolah di Indonesia.

“Pembangunan dan rehabilitasi sekolah harus dituntaskan untuk mencetak sumber daya manusia unggul dari kawasan transmigrasi. Saya melihat anak-anak di Kikim ini cerdas dan sehat, dan saya ingin hal ini merata di seluruh kawasan transmigrasi,” tutupnya. (wah)

Berita Terkait :  Wakil Menteri Transmigrasi Sepakat Dengan Ajik Krisna, Produk UMKM Kawasan Transmigrasi Dipasarkan di Toko Oleh-Oleh Krisna Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *