MusiNews.id, Palembang — Sumsel Budaya Run 2026 resmi digelar di Palembang, Jumat (24/04/2026), menghadirkan suasana berbeda di jalanan kota dengan pelari yang mengenakan wastra budaya sambil menempuh rute 5 kilometer.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Edward Candra, di halaman depan Stadion Bumi Sriwijaya. Sejak pagi, suasana sudah terasa semarak dengan kehadiran peserta dan dukungan masyarakat sekitar.
Para pelari memulai start dari kawasan TVRI, melintasi sejumlah ruas utama seperti Jalan Angkatan 45 dan Jalan Kapten A Rivai. Mereka kemudian berputar di kawasan Dinas Perhubungan Sumsel hingga kembali finis di titik awal.

Sumsel Budaya Run 2026 Angkat Identitas Lokal
Yang membuat event ini berbeda, para peserta tidak sekadar berlari. Mereka tampil mengenakan wastra khas Sumsel, menjadikan kegiatan ini sebagai panggung berjalan untuk memperkenalkan budaya lokal.
Edward Candra menyebut, kegiatan ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga upaya menjaga warisan budaya. Ia mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.
“Tujuannya bukan hanya menjaga kesehatan, tapi juga melestarikan budaya kita. Ini luar biasa karena para pelari mengenakan kostum wastra budaya Sumsel,” ujarnya.

Rute Strategis, Warga Ikut Merasakan Atmosfernya
Rute yang melintasi pusat kota membuat warga Palembang ikut merasakan langsung atmosfer event ini. Tidak sedikit masyarakat yang berhenti sejenak untuk menyaksikan pelari yang tampil dengan busana unik.
Bagi kamu yang berada di sekitar rute, pemandangan ini tentu jadi hiburan tersendiri. Jalanan yang biasanya padat berubah menjadi panggung budaya yang hidup.
Selain itu, peserta juga diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keselamatan selama lomba berlangsung.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian launching Senam Kreasi Sriwijaya (Kriya) Sumsel. Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Ketua TP PKK Sumsel dan jajaran OPD terkait.
Ke depan, event seperti ini berpotensi menjadi agenda rutin yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memperkuat identitas budaya Sumsel di mata publik. (tri)







