Perbaikan Jalan Simpang Raja PALI Dimulai, Herman Deru Jawab Keluhan Warga

Perbaikan Jalan Simpang Raja PALI Dimulai, Herman Deru Targetkan Rampung Agustus 2026

MusiNews.id  — Perbaikan Jalan Simpang Raja di Kabupaten PALI akhirnya dimulai, menjawab keluhan warga yang selama ini merasakan akses jalan kurang layak dan berdampak langsung pada aktivitas harian mereka.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meresmikan langsung ground breaking pembangunan jalan rigid beton ruas Simpang Raja hingga Simpang 4 PT MHP, Rabu (22/04/2026). Proyek ini menjadi langkah nyata percepatan infrastruktur di wilayah tersebut.

Panjang jalan yang diperbaiki mencapai 1.520 meter dengan lebar 7 meter. Pengerjaan ditargetkan berlangsung dari Februari hingga Agustus 2026.

Perbaikan Jalan Simpang Raja PALI Gunakan Skema Gotong Royong

Menariknya, proyek ini tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran pemerintah. Pembangunan dilakukan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di PALI.

Herman Deru menilai, kolaborasi ini jadi bukti bahwa pembangunan bisa dipercepat lewat sinergi pemerintah dan swasta. Di tengah keterbatasan anggaran, pendekatan seperti ini dinilai efektif.

“Ini harus jadi contoh. Investor tidak hanya mengambil keuntungan, tapi juga memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Jalan Strategis, Dampak Langsung ke Warga

Bagi warga PALI, jalan ini bukan sekadar proyek biasa. Selama ini, kondisi jalan sering dikeluhkan karena menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Dengan perbaikan ini, akses antar kabupaten diharapkan lebih lancar. Bahkan, ruas tersebut berpotensi menjadi bagian dari jalan provinsi yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Sumsel.

Bupati PALI, Asgianto, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya proyek ini. Ia menyebut, tanpa dukungan Pemprov, pembangunan seperti ini akan sulit terwujud.

“Harapan kami, jalan ini tidak lagi jadi keluhan masyarakat, tapi justru jadi jalur penghubung yang mempercepat kemajuan daerah,” ujarnya.

Ke depan, posisi PALI sebagai daerah perlintasan dinilai semakin penting. Infrastruktur yang memadai akan menjadi kunci agar potensi daerah bisa benar-benar berkembang. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *