MusiNews.id — Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengambil langkah strategis dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran tahun 2026, dengan menurunkan Mobile Command Center (MCC) di kawasan rawan kemacetan Jalur Lintas Timur (Jalintim) Betung. Langkah ini menjadi bagian dari Operasi Ketupat Musi tahun 2026, sekaligus menandai transformasi pengamanan lalu lintas berbasis teknologi modern.
Pusat kendali bergerak tersebut difokuskan di sejumlah titik krusial, seperti Simpang Tugu Polwan Betung dan kawasan Pasar Betung di jalur Km 68 lintas Palembang menuju Jambi. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik kepadatan kendaraan saat musim mudik.
Kegiatan pemantauan dan pengendalian langsung dipimpin oleh Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Opsda, Kombes. Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan saat ini tidak lagi bersifat konvensional.
“Pengendalian lalu lintas kini berbasis data real time. Kami tidak hanya memantau, tetapi langsung mengambil keputusan di lapangan,” ujarnya.
Mobile Command Center yang dikerahkan, mengintegrasikan berbagai teknologi, mulai dari kamera pengawas (CCTV), drone pemantau udara, hingga sistem command center digital. Dengan perangkat ini, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara menyeluruh, sekaligus merespons situasi dengan cepat dan tepat.
Berbeda dengan pola lama yang cenderung reaktif, strategi ini memungkinkan pengendalian aktif. Petugas dapat langsung mengurai kepadatan, mengarahkan arus kendaraan, hingga mengoptimalkan distribusi personel di lapangan, tanpa harus menunggu koordinasi berjenjang.
Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel juga melibatkan berbagai satuan secara terpadu, di antaranya Polres Banyuasin, Direktorat Lalu Lintas, serta Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, turut memimpin pengamanan di lapangan, guna memastikan sistem berjalan efektif.
Penggunaan drone menjadi salah satu kunci penting dalam strategi ini. Dari udara, petugas dapat melihat pola kepadatan kendaraan secara lebih jelas, termasuk mengidentifikasi titik penyumbatan lalu lintas. Sementara itu, CCTV memberikan visual langsung yang membantu analisis kondisi jalan secara detail.
Berdasarkan hasil pemantauan, arus kendaraan di kawasan Betung terpantau padat merayap, khususnya di Simpang Tugu Polwan dan Pasar Betung. Meski demikian, kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan dan tidak sampai mengalami kemacetan total.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes. Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam memberikan pelayanan cepat dan tepat. Kehadiran Mobile Command Center di titik kritis, diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mematuhi arahan petugas, memanfaatkan jalur alternatif seperti tol fungsional, serta menghindari tindakan berbahaya seperti melawan arus. Untuk kebutuhan darurat, layanan Call Center 110 disiagakan selama 24 jam.
Dengan pendekatan ini, pengamanan arus mudik di wilayah Banyuasin, khususnya Betung, diharapkan berjalan lebih lancar. Inovasi ini sekaligus menjadi contoh penerapan sistem pengelolaan lalu lintas modern yang responsif dan berbasis teknologi di tingkat nasional. (try)














