Hendri Zainuddin Siap Maju di Musprov PSSI Sumsel Tahun 2026

MUSINEWS.iD — Dinamika menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatra Selatan (Sumsel) mulai menghangat. Agenda besar yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 ini, akan menjadi momentum krusial dalam menentukan arah kebijakan dan struktur kepemimpinan sepak bola di Bumi Sriwijaya untuk periode mendatang.

Seiring mendekatnya waktu pelaksanaan, bursa bakal calon ketua umum mulai memunculkan sejumlah nama tokoh olahraga lokal. Salah satu figur yang paling menyita perhatian publik sepak bola daerah adalah Dr. Hendri Zainuddin, yang dinilai memiliki portofolio panjang dalam pengelolaan klub profesional maupun amatir di Sumsel.

Munculnya nama mantan manajer Sriwijaya FC ini, memicu harapan baru di tengah kerinduan masyarakat terhadap kebangkitan prestasi sepak bola Sumsel. Rekam jejak kepemimpinannya, dinilai menjadi modal penting untuk mengurai sejumlah tantangan mendasar di internal organisasi kepemudaan dan olahraga daerah.

Berita Terkait :  Diikuti 37 Cabor, Porprov XIII OKU Raya Digelar 21-28 November 2021

Portofolio Pengelolaan Klub dan Kompetisi Akar Rumput

Hendri Zainuddin, yang akrab disapa HZ, tercatat pernah menakhodai PS Banyuasin menembus kompetisi nasional Divisi Utama pada musim 2009/2010. Selain mengurus klub, ia juga menjadi inisiator bergulirnya kompetisi independen bertajuk Sumsel Super League (SSL) beberapa tahun lalu.

Kompetisi SSL tersebut sempat menjadi wadah bagi puluhan klub amatir dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Palembang hingga Kabupaten Ogan Ilir untuk menjaga atmosfer kompetisi secara berkesinambungan. Langkah ini dinilai memberikan dampak ekonomi dan sosial positif bagi ekosistem sepak bola grassroots (akar rumput) yang selama ini minim turnamen resmi.

Di samping itu, perhatiannya pada kesetaraan gender di lapangan hijau ditunjukkan dengan mendirikan Numa FC, sebuah wadah pembinaan yang dikhususkan bagi pesepak bola putri di Sumsel. Saat ini, ia juga aktif mengelola klub Palembang Sportivo yang berkompetisi di kasta terendah kompetisi nasional, yakni Liga 4.

Berita Terkait :  Erick Thohir Soroti Potensi Besar Esports: "Generasi Muda Jadi Kunci"

Evaluasi Tata Kelola dan Pembinaan Usia Dini

Pengalaman paling mentereng dari sang kandidat terjadi saat ia menjabat sebagai manajer Sriwijaya FC, di mana ia turut mengantarkan Laskar Wong Kito merengkuh gelar juara Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012. Prestasi serupa juga berhasil ditorehkan di level pembinaan ketika tim Sriwijaya FC U-21 sukses merebut trofi juara di kompetisi kelompok umur tingkat nasional.

Saat dimintai konfirmasi mengenai kesiapannya, HZ menyatakan bersedia maju dalam bursa pemilihan, jika mendapatkan mandat dan dukungan penuh dari para pemilik suara (voters) Asprov PSSI Sumsel. Ia menekankan perlunya pembenahan total pada sistem tata kelola kompetisi internal di tingkat kabupaten dan kota.

“Komitmen utama kami adalah membenahi struktur sepak bola Sumsel secara menyeluruh. Fokus kerja harus dikembalikan pada pembinaan usia dini yang terstruktur serta pengaktifan kembali kompetisi kelompok umur di seluruh asosiasi kabupaten dan kota,” ujar HZ.

Tantangan utama yang akan dihadapi oleh siapapun Ketua Asprov PSSI Sumsel terpilih nantinya adalah mengembalikan kejayaan sepak bola Sumsel di kancah nasional, sinkronisasi program kerja dengan PSSI pusat, serta peningkatan kualitas infrastruktur lapangan dan mutu wasit daerah. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *