H. Nopianto Ajak Umat Maknai Tahun Baru Islam 1448 H dengan Memperkuat Gotong Royong

MUSINEWS.ID — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Nopianto, mengajak umat Muslim di Bumi Sriwijaya untuk memaknai momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Peringatan ini diharapkan menjadi titik balik dalam memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah serta mempererat kerukunan sosial di tengah tantangan ekonomi global.

Pergantian tahun Hijriah yang jatuh pada pertengahan Juni 2026 ini dipandang memiliki esensi yang melampaui seremoni pergantian kalender. Sebagai representasi rakyat dan legislator dari Partai NasDem, H. Nopianto menekankan bahwa konsep hijrah secara sosiologis sangat relevan diimplementasikan melalui penguatan gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah Sumsel.

Berita Terkait :  Tuntas Fit and Proper Test, DPRD Sumsel Segera Serahkan Nama Komisioner KPID ke Gubernur

Refleksi Makna Hijrah dalam Pembangunan Daerah

Peringatan 1 Muharram secara historis merujuk pada peristiwa migrasi Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa tersebut bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan strategi besar transformasi sosial, penegakan hukum yang adil, serta pembentukan Piagam Madinah yang menjamin persatuan antarkelompok.

Dalam konteks regional, Sumsel saat ini sedang memacu pertumbuhan ekonomi pasca pandemi, serta mempercepat penguatan infrastruktur konektivitas antar kabupaten. Oleh karena itu, kesadaran spiritual yang diperoleh dari momentum keagamaan ini, diharapkan mampu bertransformasi menjadi kesadaran sosial untuk mendukung program prioritas daerah.

“Pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melakukan evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Mari tinggalkan hal-hal yang kurang baik dan mulai membuka lembaran baru dengan semangat yang lebih kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar H. Nopianto di Palembang, hari Selasa, 16 Juni 2026.

Berita Terkait :  Nama Ketua DPRD Sumsel Dicatut Modus Penipuan Bantuan rehab Mushollah

Menjaga Kondusivitas Wilayah dan Tantangan Disparitas

Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumsel terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah tantangan klasik masih membayangi. Salah satunya adalah disparitas atau kesenjangan ekonomi antara wilayah pinggiran Sungai Musi dan kawasan pusat kota. Masalah ini memerlukan keterlibatan aktif semua pihak, tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah.

Kemajuan daerah yang berkelanjutan, membutuhkan jaminan kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Keharmonisan antar suku dan agama yang selama ini melekat sebagai predikat zero conflict di Sumsel, merupakan modal utama yang wajib dirawat bersama demi menarik investasi luar.

Semangat hijrah spiritual harus dikonversi menjadi energi positif untuk membangun Sumsel yang lebih maju, damai, dan sejahtera. Menjadikan tahun baru Islam sebagai titik awal kontribusi terbaik bagi keluarga dan masyarakat akan berdampak besar pada masa depan bangsa dan negara. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *