MusiNews.id, Muba — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bergerak cepat mempercepat pembebasan lahan Tol Betung–Tempino–Jambi agar proyek strategis nasional itu tidak tersendat lebih lama. Persoalan administrasi warga kini menjadi fokus utama yang dikejar hingga ke pusat.
Langkah serius itu terlihat saat Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen mendatangi Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Selasa (05/05/2026). Agenda utamanya ialah mempercepat penyelesaian administrasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk ruas tol vital tersebut.
“Pembangunan tol ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga seluruh hambatan administrasi harus segera diselesaikan,” tegas Abdur Rohman dalam rapat koordinasi tersebut.
Kendala Pembebasan Lahan Tol Betung–Tempino–Jambi
Di lapangan, proses administrasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Dari 108 Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diajukan, baru 12 dinyatakan lengkap.
Sementara itu, sebanyak 164 bidang tanah lainnya masih diverifikasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Mayoritas kendala berasal dari belum lengkapnya Akta Jual Beli (AJB) milik warga.
Plt Kepala BPPRD Muba Noor Yosepth Zaath menjelaskan, AJB menjadi syarat penting untuk penerbitan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) BPHTB nihil. Dokumen itu menjadi dasar utama dalam proses pembebasan lahan tol.
“Masih ada warga yang belum memiliki bukti transaksi lengkap, bahkan ada pemilik lahan yang tinggal di luar kota sehingga proses verifikasi memerlukan waktu,” ujarnya.
Pemkab Muba Jemput Bola Demi Proyek Tol
Pemkab Muba memilih tidak hanya menunggu warga melengkapi dokumen sendiri. Tim di lapangan kini aktif melakukan pendekatan dan membantu masyarakat agar proses administrasi berjalan lebih cepat.
Langkah ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2026 yang memberikan pembebasan BPHTB sebagai dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bagi warga Muba, proyek Tol Betung–Tempino–Jambi bukan sekadar jalan baru. Kehadiran tol diprediksi memangkas waktu tempuh distribusi barang dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah Bumi Serasan Sekate.
Jalan Tol Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Baru
Sinergi antara Pemkab Muba, ATR/BPN, dan pihak pelaksana proyek kini terus diperkuat agar pengerjaan fisik di lapangan tidak tertahan urusan administrasi.
Jika konektivitas ini benar-benar tersambung penuh, Musi Banyuasin diproyeksikan menjadi salah satu jalur ekonomi penting di Sumatera Selatan.
“Kami tidak hanya menunggu, tapi bergerak memfasilitasi masyarakat demi kelancaran pembangunan nasional yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga,” pungkas Noor Yosepth. (tri)














