MUSINEWS.ID — Tekad kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah, membawa Suci Prestika, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma (UBD), meraih prestasi di tingkat nasional. Pemuda inspiratif asal Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) ini, berhasil terpilih sebagai Duta Kepemudaan Indonesia.
Perjalanan Suci merantau ke Kota Palembang demi menuntut ilmu komunikasi, kini membuahkan hasil positif. Langkahnya mengikuti ajang pemilihan ini didasari oleh keinginan kuat untuk membuktikan bahwa pemuda daerah mampu bersaing di kancah nasional, tanpa melupakan akar budayanya.
Bagi Suci, dukungan dan nasihat dari orang tua, menjadi modal utama dalam menghadapi ketatnya kompetisi di luar kampung halaman. Wejangan untuk selalu membumi dan mengingat asal-usul, menjadi kompas moral selama dirinya berproses di lingkungan perkuliahan dan organisasi.
“Rasa syukur yang teramat dalam ditakdirkan lahir di tengah-tengah kedua orang tua saya. Mereka selalu berpesan, sejauh mana pun kaki menapak, jangan pernah lupa dari mana kita berasal,” ungkap Suci Prestika.
Persiapan Ketat Menuju Indonesia Emas 2045
Ajang Duta Kepemudaan Indonesia merupakan ruang seleksi sekaligus pembinaan bagi putra-putri terbaik dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Kompetisi ini didesain secara khusus untuk menyiapkan generasi muda yang kompeten dan berkarakter kuat, guna menyongsong visi besar Indonesia Emas tahun 2045.
Sebelum mengamankan posisinya saat ini, Suci harus melewati berbagai tahapan asahan proses yang komprehensif. Ia aktif memperdalam kompetensi di bidang komunikasi publik (public speaking), literasi pendidikan, aksi sosial-kemasyarakatan, pelestarian budaya lokal, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Tantangan dan pandangan sebelah mata dari lingkungan sekitar, sempat mewarnai fase awal perjuangannya. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan motivasinya untuk terus melangkah dan membuktikan kapasitas diri melalui program kerja nyata.
Implementasi Ilmu Komunikasi untuk Pemberdayaan Pemuda
Pencapaian Suci sebagai Duta Kepemudaan sekaligus menjadi bukti nyata relevansi pendidikan keilmuan yang ditempuhnya di Universitas Bina Darma. Kemampuan komunikasi massa, negosiasi, dan manajemen reputasi yang dipelajari di bangku kuliah, ia terapkan secara taktis selama masa karantina kompetisi.
Sebagai duta terpilih, ia kini mengemban tanggung jawab untuk menginspirasi dan menggerakkan pemuda di Sumsel agar lebih produktif. Fokus utamanya ke depan adalah membuka ruang edukasi sebaya, dan mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan daerah.
“Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan di baliknya, tidak ada kesuksesan tanpa proses yang panjang. Bagi saya, Duta Kepemudaan Indonesia adalah bagian dari langkah yang diambil sebagai proses perjuangan untuk meraih kesuksesan di masa mendatang,” pungkasnya. (ohs)



