MusiNews.id — Momentum Ramadhan dimanfaatkan PT Semen Baturaja untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah melalui kegiatan tausiah dan buka puasa bersama di Ganesha Arena, Baturaja.
Acara bertema “Menebar Berkah Ramadhan, Menguatkan Iman dan Kebersamaan” itu, dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU, tokoh masyarakat, hingga karyawan perusahaan. Tausiah disampaikan oleh pendakwah nasional, Ustadz Abdul Somad.
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai acara keagamaan semacam ini memiliki dampak lebih luas dibanding sekadar agenda seremonial perusahaan.
Menurutnya, kegiatan Ramadhan dapat menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kedekatan itu dinilai penting, terutama di kawasan industri seperti Baturaja yang aktivitas ekonominya bersinggungan langsung dengan kehidupan warga.
“Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan seperti ini juga membangun kedekatan yang berdampak pada hubungan sosial yang lebih harmonis,” ujar Andie Dinialdie.
Ia mengatakan, hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat, akan membantu menjaga stabilitas sosial di daerah. Ketika komunikasi berjalan baik, potensi kesalahpahaman atau jarak antara dunia usaha dan warga sekitar bisa diminimalkan.
Dalam konteks daerah industri, kepercayaan publik menjadi hal penting. Karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dinilai mampu menciptakan rasa memiliki dan kebersamaan.
Direktur Utama PT Semen Baturaja, Suherman Yahya, menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Ia menilai, perusahaan tidak hanya dituntut fokus pada target bisnis, tetapi juga perlu membangun budaya kerja yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari aktivitas perusahaan.
“Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan, baik di lingkungan kerja maupun dengan masyarakat,” kata Suherman Yahya.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama dan tausiah juga menjadi cara perusahaan untuk menjaga semangat solidaritas di antara karyawan. Di sisi lain, keterlibatan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi yang sudah terjalin.
Dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Abdul Somad mengajak peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Ia menekankan tentang pentingnya menjaga hubungan baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat. Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi saat ini, ketika solidaritas dan empati menjadi hal yang sangat dibutuhkan.
Suasana hangat terlihat saat acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa. Bagi banyak peserta, kegiatan itu bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga ruang untuk saling mengenal dan mempererat hubungan sosial.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan. Selain memberi dampak positif bagi karyawan, program seperti ini juga bisa membantu menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (try)








