MusiNews.id, Jakarta — Percepatan pembangunan Tol Betung Tempino Jambi kembali disorot. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan bahwa Sumsel tidak boleh tertinggal dari Pulau Jawa dalam hal infrastruktur, terutama jalan tol yang berdampak langsung pada mobilitas dan ekonomi warga.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Selasa (5/5/2026). Forum ini menjadi titik penting untuk mendorong percepatan proyek strategis tersebut.
Tol Betung Tempino Jambi Jadi Sorotan Penting
Cik Ujang menilai konektivitas darat yang baik bukan sekadar pembangunan fisik, tapi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Tanpa akses jalan yang memadai, distribusi barang dan mobilitas masyarakat akan terus terhambat.

Ia juga menekankan bahwa Sumatera Selatan memiliki potensi besar yang harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Jika tidak dipercepat, ketimpangan dengan wilayah lain, khususnya Jawa, akan semakin terasa.
Dampak Langsung ke Warga Sumsel
Bagi masyarakat, pembangunan tol ini bukan hanya proyek besar di atas kertas. Ini soal waktu tempuh yang lebih cepat, biaya logistik yang lebih murah, hingga peluang usaha yang makin terbuka.
Bayangkan saja, perjalanan antar daerah yang biasanya memakan waktu lama bisa dipangkas signifikan. Ini tentu berpengaruh langsung ke aktivitas sehari-hari warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Selain itu, percepatan jalan tol juga diharapkan bisa menarik investasi baru ke Sumsel. Dengan akses yang lebih mudah, daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau bisa mulai berkembang.
Dorongan Agar Tidak Tertinggal
Cik Ujang dengan tegas menyampaikan bahwa Sumsel harus bergerak cepat. Ia tidak ingin daerah ini tertinggal dari Pulau Jawa yang lebih dulu maju dalam pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, percepatan proyek Tol Trans Sumatera, khususnya ruas Betung-Tempino-Jambi, harus menjadi prioritas bersama. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar target pembangunan bisa tercapai.

Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal proyek, tapi soal masa depan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya. (tri)








