Camat Bayung Lencir dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa

MUSINEWS.ID — Akselerasi penanganan infrastruktur dasar di wilayah pelosok pedesaan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memperlihatkan perkembangan positif.

Merespons instruksi langsung dari Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, jajaran Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Bayung Lencir memelopori gerakan gotong royong untuk memperbaiki kerusakan jalan penghubung di Desa Muara Bahar.

Perbaikan infrastruktur ini menyasar akses jalan sepanjang 2 kilometer menuju kawasan permukiman padat penduduk di RT 03 Desa Muara Bahar. Selama ini, jalur tanah tersebut kerap dikeluhkan oleh masyarakat setempat, karena kondisinya yang memprihatinkan, terutama saat memasuki musim penghujan.

Pengerjaan pemulihan akses transportasi ini memakan waktu selama lima hari berturut-turut. Untuk memastikan ketahanan badan jalan, pengerjaan teknis di lapangan memaksimalkan operasional dua unit alat berat serta pelapisan material, berupa 90 meter kubik batu koral.

Sinergi Lintas Sektor sebagai Solusi Keterbatasan Anggaran

Camat Bayung Lencir, Zukar, mengungkapkan bahwa aksi nyata ini merupakan langkah taktis untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat tanpa harus menunggu siklus anggaran reguler.

Berita Terkait :  Bupati Muba HM Toha Luncurkan Galak Ngerjut dan Bagikan Seragam Gratis di Teluk

Pola kemitraan ini melibatkan kolaborasi pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, perangkat Desa Muara Bahar, partisipasi warga, hingga dukungan tanggung jawab sosial dari korporasi yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

Keterlibatan aktif pihak swasta dalam menyediakan alat berat dan material pengerasan jalan, dinilai menjadi kunci utama percepatan proyek. Langkah taktis ini sekaligus menjadi prototipe ideal mengenai bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi riil terhadap pembangunan wilayah ring satu operasional mereka.

“Perbaikan jalan menuju RT 03 Desa Muara Bahar ini adalah hasil kolaborasi nyata. Sinergi ini menjadi bukti otentik bahwa kendala pembangunan di lapangan dapat diurai lebih cepat ketika semua elemen bergerak bersama,” kata Zukar.

Dampak Positif Terhadap Ongkos Angkut Perkebunan Sawit

Secara geografis, wilayah Desa Muara Bahar didominasi oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat. Rusaknya jalan utama selama ini, berimbas langsung pada lambatnya distribusi logistik, yang pada akhirnya memicu penurunan harga jual tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani, akibat tingginya biaya lansir.

Berita Terkait :  Pemkab Muba Bakal Bentuk Satgas Pencegahan Illegal Drilling dan Illegal Refinery

Dengan rampungnya pengerasan jalan sepanjang 2 kilometer ini, mobilitas harian warga, akses pendidikan anak-anak sekolah, hingga truk pengangkut hasil bumi, kini dapat melintas dengan lebih lancar.

Penurunan waktu tempuh ini diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional angkutan komoditas, sehingga langsung berdampak pada peningkatan pendapatan riil rumah tangga petani di wilayah pedesaan Bayung Lencir.

Pemcam Bayung Lencir mengimbau seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah diperbaiki tersebut. Pembatasan tonase kendaraan yang melintas secara swadaya oleh pihak desa, diharapkan dapat menjaga umur pakai jalan, agar manfaat ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *