MUSINEWS.ID — Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skills (PSS) menunjukkan komitmennya dalam pembinaan pesepak bola usia dini di Sumatra Selatan (Sumsel).
SSB yang dikenal dengan julukan Laskar Menyala itu, bersiap tampil pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Garuda Anak Indonesia (GAI) 2026 yang berlangsung di Provinsi Lampung pada 20-21 Juni 2026.
SSB PSS meloloskan tiga kelompok umur sekaligus, untuk berpartisipasi dalam festival sepak bola usia dini tingkat nasional ini. Skuad yang diberangkatkan terdiri dari kategori usia 10 tahun (U-10), 11 tahun (U-11), dan 12 tahun (U-12).
Rombongan tim asal Kota Palembang itu telah tiba di Bandar Lampung sejak hari Kamis, tanggal 18 Juni 2026.
Setibanya di lokasi, para pemain langsung menjalani agenda adaptasi fisik dan mental, serta melakukan latihan ringan di kawasan Pantai Raden Intan, guna menjaga kebugaran menjelang kompetisi dimulai.
Kesiapan Teknis Skuad Laskar Menyala
Pada Jumat pagi, seluruh kelompok umur mematangkan persiapan taktis dalam sesi latihan terakhir. Setiap kategori usia diperkuat oleh 14 pemain yang dipilih melalui penyaringan ketat internal klub, guna menghadapi persaingan dari berbagai provinsi.
Struktur kepelatihan SSB PSS didukung oleh tenaga instruktur yang memiliki kualifikasi resmi. Tim U-10 ditangani langsung oleh pelatih berlisensi AFC C, Sayful. Untuk kelompok umur U-11 dibimbing oleh Muhammad Fajri, sedangkan tim U-12 berada di bawah arahan pelatih berlisensi Nasional D, Denny Saputra, yang akrab disapa Dom.
Selain latihan teknis, para pemain dijadwalkan mengikuti proses pemeriksaan keabsahan data (screening), yang menjadi regulasi wajib panitia Kejurnas Garuda Anak Indonesia. Langkah ini krusial dilakukan untuk mengantisipasi praktik pencurian umur yang kerap menjadi tantangan dalam sepak bola usia muda.
Fokus Penambahan Jam Terbang dan Pembinaan Karakter
Manajer SSB PSS, Hafizul Fikri, menegaskan bahwa keikutsertaan klub dalam Kejurnas GAI tahun ini lebih menitikberatkan pada proses pembelajaran jangka panjang daripada pencarian trofi juara semata.
Atmosfer kejuaraan nasional dipandang sebagai media efektif untuk membentuk mentalitas bertanding anak-anak di luar daerah asal.
“Sepak bola usia dini harus menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak-anak. Yang paling penting adalah mereka mendapatkan pengalaman bertanding di level nasional karena modal pengalaman seperti ini sangat berharga untuk perkembangan mereka ke depan,” ujar Hafizul.
Pihak manajemen tidak membebankan target muluk kepada para pemain muda, agar mereka dapat mengembangkan kreativitas permainan di lapangan tanpa tekanan psikologis. Langkah ini selaras dengan prinsip sepak bola kelompok umur yang mengutamakan kegembiraan bermain dan pembentukan karakter disiplin.
Konsistensi Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Palembang
SSB PSS merupakan salah satu lembaga pembinaan sepak bola yang tergolong aktif di Kota Palembang dengan dukungan lima pelatih berlisensi. Program latihan dilaksanakan secara berkala sebanyak empat kali dalam sepekan. Sesi latihan rutin dipusatkan di Lapangan AURI Talang Betutu dan Lapangan Mini Soccer SPD Super Soccer.
Sebagai lembaga yang telah resmi terafiliasi dengan PSSI, klub ini secara berkala mengirimkan siswanya ke berbagai kompetisi kelompok umur terstruktur. Rekam jejak partisipasi mereka meliputi ajang Piala Soeratin U-13, Liga TopSkor (U-12, U-14, dan U-16), Piala Menpora, hingga festival usia dini berskala regional.
Keikutsertaan di Kejurnas GAI Lampung juga diproyeksikan sebagai sasaran awal sebelum tim mempersiapkan diri menghadapi Piala Presiden Republik Indonesia kelompok usia muda.
Konsistensi pembinaan dari level akar rumput (grassroots) ini, menjadi elemen penting dalam menyuplai talenta lokal berbakat demi masa depan sepak bola Sumsel di kancah nasional. (ohs)

