MUSINEWS.ID — Pembangunan jembatan gantung di Desa Siku, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, resmi menjadi penggerak baru ekonomi warga, sekaligus membuka akses menuju destinasi wisata Danau Mangkas.
Jembatan sepanjang 220 meter ini, mengakhiri penantian panjang masyarakat setempat selama 14 tahun.
Bupati Kabupaten Muara Enim, Edison, mengungkapkan, jembatan yang dibangun dengan anggaran APBD 2025 senilai Rp3 miliar itu, kini telah resmi beroperasi.
Proyek ini merupakan jembatan gantung pertama dan satu-satunya yang berdiri di wilayah tersebut, untuk melintasi sungai yang membelah desa.
Keberadaan infrastruktur ini diharapkan mampu memacu denyut nadi perekonomian, khususnya bagi warga Desa Siku.
Dengan akses yang lebih memadai, hasil pertanian kini dapat terangkut dengan lancar, mobilitas masyarakat meningkat, dan peluang usaha baru mulai terbuka lebar.
Sebelumnya, selama belasan tahun warga harus bertaruh risiko menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu manual. Kondisi tersebut tidak hanya berbahaya, tetapi juga menjadi kendala utama yang menghambat produktivitas ekonomi masyarakat desa.
Selain fungsi ekonomi, jembatan ini memiliki peran strategis sebagai gerbang masuk menuju kawasan wisata alam Danau Mangkas. Selama ini, potensi wisata tersebut sulit berkembang, akibat akses jalan yang sulit dijangkau oleh wisatawan dari luar daerah.
Kepala Desa Siku, Abdul Karim, menyatakan apresiasinya atas realisasi pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, jembatan ini menjadi solusi konkret atas kesulitan jalur transportasi yang selama ini dihadapi warga, dalam mendistribusikan hasil tani maupun menuju pusat kegiatan ekonomi. (hai)








